Home Banggai Kepulauan

Pasar Lukpanenteng dan Buko Mubazir

53
Salah satu pasar di Kabupaten Bangkep yang mubazir. (Foto: Metrosulawesi/ Rifan Touk)
  • Kadis Koperindag Bangkep: Tetap Kedua Pasar Itu Akan  difungsikan  

Bangkep, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Zadrak Zandana, membantah asumsi mubazir dua unit bangunan pasar yang terletak di Desa Buko. Kecamatan Buko Selatan, dan Desa Lukpanenteng, Kecamatan Bulagi Utara. Kedua pasar itu tidak lagi fungsikan masyarakat setempat beberapa tahun terakhir ini.

Menurut Zadrak bangunan pasar itu merupakan realisasi usulan masyarakat dari Musyarawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes). Olehnya itu, kedua pasar itu tetap akan dimanfaatkan masyarakat desa setempat.

“Itukan ada pernyataan dari masyarakat. Dan yang siapkan lahan itu kan, desa. Mereka yang minta untuk bangun. Dan setelah keduanya selesai, masyarakat akan pakai” kata Zadrak kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa  (7/7/2020).

Dikatakan  Zadrak, pasar Desa Lukpanenteng  sempat difungsikan selama tiga bulan. Sedangkan pasar Desa Buko yang belum pernah difungsikan sama sekali.  Menurut kades setempat tetap akan difungsikan tapi masih terkendala dengan fasilitas pendukung, seperti WC.

Anehnya,  Kadis Koperindag sendiri sudah agak lupa dengan waktu pembangunan kedua pasar itu. Dirinya mengira-ngira kedua pasar itu dibangun antara tahun 2015-2016.

Kepala Dinas Koperindag Bangkep, Zadrak Zandana. (Foto: Metrosulawesi/ Rifan Touk)

“Waktu operasi pasar murah lalu itu, saya sudah pernah tanyakan itu ke Pj. Kades Buko yang perempuan itu, tapi katanya itu aset Pemda. Tapi saya tegaskan, bukan aset pemda. Itu milik desa yag dibangun oleh pemda” ungkap Zadrak.

Dijelaskan Zadrak, masyarakat Desa Buko meminta agar bangunan pasar itu, ditempatkan di bagian  pantai, di pasar tradisional masyarakat desa Buko sekarang. Tapi  akses jalan ke pasar tersebut  tidak memungkinkan.

“Bagaimana mo bangun di bawah, di pantai, tidak ada jalan setapak ke bawah? Itukan tidak memenuhi syarat. Yang memenuhi syarat di situ (pasar yang baru, red). Masyarakat Desa Alani juga mau disitu supaya mereka bisa jual hasil kebun mereka,” imbuh Zadrak.

Terpisah, Suhardin Sabalino, aleg DPRD Bangkep yang berasal dari Dapil kedua desa itu, justru mengatakan dirinya sering ditanya masyarakat setempat soal kedua pasar yang tak kunjung difungsikan itu. Juga terkait dengan lokasi penempatan pasar yang dinilai masyarakat kurang strategis.

“Tapi saya jujur ke mereka soal ini, Dan memang bagian dari tugas saya di komisi.  Olehnya itu, saya mengatakan ke mereka akan mencoba untuk mengkonfirmasi hal itu komisi terkait di DPRD untuk disampaikan ke instansi terkait,” urai Suhardin.(*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas