Home Sulteng

Masih Ada Perusahaan Tanpa Andalalin

40
Made Sudita. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng, I Made Sudita, mengungkapkan masih ada pengembang usaha beropreasi tanpa Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Pengembang usaha atau perusahaan dimaksud yang berkantor atau beraktivitas di sekitar jalan provinsi di Kota Palu. Jalan provinsi mencakup Jalan Towua, Jalan Dewi Sartika, Jalan Moh. Yamin, Jalan Juanda, Jalan Moh. Hatta, dan Jalan Soekarno Hatta Palu.

“Kita sudah memberikan informasi, mengingatkan semua pengembang usaha untuk bisa segera menyiapkan dokumen andalalin. Karena itu di dalam UU dan sesuai dengan peraturan menteri nomor PM 75 menjelaskan andalalin itu wajib,” ungkap Made di Palu baru-baru ini.

Olehnya, ia mengingatkan para pengembang usaha segere mengurus dan melengkapi dokumen Andalalin. Made menjelaskan, dokumen Andalalin sebuah kewajiban bagi para pengembang usaha, sesuai dengan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 75 tahun 2015.

Dalam Permenhub tersebut yakni setiap rencana pengembangan atau pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, wajib dilakukan andalalin.

Made mengatakan dokumen andalalin sangat penting terutama untuk mengetahui hasil analisa dampak dari segi lalu lintas yang akan timbul, akibat dari pembangunan sebuah infrastruktur.

“Tentu sangat perlu (Andalalin), misalnya nanti di lingkungan sekitarnya terjadi konflik lalu lintas, maka siapa yang disalahkan? Kalau tidak ada atau tidak pernah dilakukan kajian atau survey dan sebagainya tentang andalalin, maka jangan salahkan pemerintah, tapi salahkan pengembang usaha itu,” jelas Made.

Sebagaimana diberitakan, Dishub Sulteng telah melayangkan surat teguran kepada beberapa pengembang usaha yang berkantor di sekitar jalan Provinsi di Kota Palu, karena pihak tersebut belum memiliki dokumen andalalin. Dari puluhan yang telah disurati, Made mengakui beberapa di antaranya telah telah melapor ke Dishub Sulteng untuk menindaklanjuti pengurusan dokumen andalalin. Ia menegaskan, jika teguran yang dilayangkan tersebut tetap tidak diindahkan, maka akan dilayangkan teguran selanjutnya, hingga yang terberat adalah usulan pengentian kegiatan usaha dari Dishub.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas