Home Buol

Bupati Buol Didemo

94
DEMO - Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) berdemonstrasi terkait kebijakan pemerintahan Bupati Buol Hi. Amirudin Rauf, Senin 6 Juli 2020. (Foto: Ist)

Buol, Metrosulawesi.id – Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Buol yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) turun ke jalan berdemonstrasi terkait kebijakan pemerintahan Bupati Buol Hi. Amirudin Rauf, baik pada masa pemerintahan pada periode pertama maupun saat ini.

Demonstrasi berlangsung Senin (6/7/2020) di empat lokasi yakni Pasar Kelurahan Kampung Bugis, Pasar Sentral Kelurahan Buol, depan Kantor DPRD Buol dan selanjutnyaberakhir di depan Kantor Kejaksaan Negeri Buol.

Koordinator lapangan Sopyan Yusuf, dalam orasinya menyoroti berbagai permasalahan kebijakan Bupati Buol yang dinilai tidak berpihak pada peningkatan ekonomi rakyat. Tapi malah sebaliknya, cenderung kepemimpinanya selama ini hanya mengubar janji politiknya yang dikemas dalam bentuk sejumlah program yang tidak dapat direalisasikan sesuai harapan rakyat.

Dicontohkan program percepatan pengentasan kemiskinan (P3K), kartu beramal, pengadaan tanah untuk rakyat (TAURA), dinilai  hanya sebuah kebohongan karena buktinya program program tersebut sampai saat ini tidak dapat direalisasikan dan dinikmati oleh seluruh rakyat Kabupaten Buol. Sejumlah program tersebut, hanya bentuk pembohongan publik semata yang sama sekali tidak memberi dampak positif  bagi kehidupan rakyat.

Sementara sejumlah orator lainnya Jony Hatimura, Hardi, dan Wadya Astute Mangge  alias Idis, dalam orasinya di depan Pasar Kelurahan Kampung Bugis dan Pasar Sentral Buol, menegaskan selama masa pemerintahan Bupati Amirudin Rauf baik pada periode pertama hingga periode kedua saat ini, belum ada bentuk kebijakan yang siginifikan yang bisa membawa kehidupan rakyat ke arah yang lebih baik. Malah sebaliknya, kehidupan rakyat justru makin terpuruk. Sederet program yang dilahirkan dengan anggaran APBD yang  jumlahnya miliaran rupiah dinilai sama sekali tidak memberikan solusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Kebijakan untuk tidak memberi peluang kepada investor lainnya untuk masuk menanamkan investasi di Kabupaten Buol, juga merupakan bentuk kebijakan  yang tidak rasional. Padahal keberadaan investor tersebut cukup memberi peluang menciptakan  lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Akibat tidak adanya lapangan pekerjaan, saat ini sebagian besar masyarakat Buol terpaksa harus  mencari pekerjaan di daerah lain, walaupun mereka hanya menjadi buruh kasar atau jenis pekerjaan lainnya yang bisa menghasilkan.

“Miris, kondisi kekinian yang dirasakan rakat Buol selama ini sangat memprihatinkan akibat bentuk kebijakan pemimpin yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat,” ungkap Widya Astute Mangge dalam orasinya.

Ungkapan itu, juga diamini oleh orator Jony Hatimura. Dalam orasinya, Bung Jony mengungkapkan, kebijakan untuk membuka peluang usaha kecil menengah bagi masyarakat, juga tidak pernah ada.

Semua bentuk kebijakan yang dijalankan Bupati Buol Hi. Amirudin Rauf selama ini, lanjut Jony, sangat bertentangan dengan pernyataanya di awal masa pemerintahanya pada periode pertama tahun 2012. Masih melekat dalam ingatan kita, pada awal pemerintahannya Bupati Buol Amiruddin Rauf, secara tegas menyatakan, bahwa melalui kebijakanya, ia akan melakukan perubahan, antara lain; memperbaiki sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama dalam hal penataan birokraksi sebagai salah satu penunjang peningkatan pembangunan dan ekonomi rakyat. Apakah kalimat perubahan itu terbukti ?, jawabanya tidak. Malah  sebaliknya, justru terjadi pertikaian kekuasaan yang berujung pada terseok seoknya jalanya roda pemerintahan pada periode pertama, tegasnya.

Sementara, orator Hardy mengatakan, rakyat hanya diberi janji janji politik yang tidak pernah dibuktikan secara nyata. Peningkatan ekonomi dan kesejahtraan rakyat yang dijanjikan  hanya menjadi sebuah slogan yang tidak berarti apa apa. Begitupun halnya peningkatan swasembada beras tidak pernah menjadi kenyataan. Buktinya, Kabupaten Buol masih tetap berharap pasokan stok beras dari daerah lainny untuk memenuhi kebutuhan rakyat,  seperti dari Gorontalo.

Reporter: Suleman
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas