Home Palu

Wali Kota: Lahan Belum Clear and Clean

73
PRESS CONFERENCE - Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si, saat melakukan press conference di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf. Bj)
  • Pembangunan Huntap Petobo
  • 115 Hektar Lahan Telah Diperjualbelikan

Palu, Metrsolawesi.id – Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si mengatakan, dirinya paling lantang menyuarakan di tingkat provinsi, bahkan hingga  ke pusat bahwa tidak ada relokasi bagi warga Petobo.

“Kenapa tidak ada relokasi? Karena kalau warga Petobo direlokasi maka Kelurahan Petobo itu akan tidak ada. Karena 90 persen kawasan hunian di Petobo telah habis diterjang likuefaksi 2018,” kata Hidayat saat press conference di ruang kerjanya  beberapa waktu lalu.

Hidayat mengatakan, pembangunan Hunian Tetap di Petobo memang harus dilakukan, akan tetapi lahan atau lokasi Huntap tersebut harus clear and clean, tidak bermasalah.

“Masyarakat Petobo  tolong dipahami ini dan bersabar, jangan terus menerus kita disalahkan. Warga Petobo, beberapa kali ketemu saya, mengatakan Pak Wali Kota, ada tanah di atas, kalau bisa digeser batas wilayah 800 meter. Maka saya terus berkoordinasi dengan Bupati Sigi, akhirnya diserahkan batas itu digeser ke atas 800 meter. Lahan itu kurang lebih 115 hektar,” ungkapnya.

Ternyata, kata Hidayat, lahan tersebut sudah diperjualbelikan semua. “Begitu kita akan memulai pembangunan, dan kita sudah tinjau lokasi itu waktu Jusuf Kalla datang, banyak orang yang keberatan dan membawa sertifikat ke kami,” jelasnya.

“Faktanya sekarang seperti itu. Dan ini kita mau apa. Warga minta Rp400 ribu per meter. Sekarang saya mau tanya, siapa yang bisa menyelesaikan masalah ini. Sekali lagi saya katakan, dana rehab rekon ini adalah dana pinjaman Bank Dunia, Rp1,2 triliun ada sama kita disini. Kalau lahan itu selesai, tidak bermasalah,  kita pasti akan cepat melakukan pembangunan Huntap di Petobo. Kemarin sudah kami mulai garap, tetapi sekali lagi, ini lahan tidak clear and clean,” tegasnya.

Bank Dunia, kata dia, tidak akan melanjutkan bantuannya  jika lahan bermasalah, karena itu dirinya minta warga Petobo untuk bersabar.

“Bank Dunia tidak akan mau, satu orang, dua orang, tiga orang, apalagi banyak orang memagar kawasan yang akan dibangun itu. Bank Dunia akan hentikan proyek itu. Ini yang harus dipahami masyarakat Petobo. Ini bukan dana APBD kita, ini dana APBN atas pinjaman luar negeri, Bank Dunia. Ini terus yang diputar-putar, capek kita menjelaskan ini, masa ini tidak bisa dipahami,” tegasnya.

Hidayat juga mengaku heran karena beberapa waktu lalu dirinya di somasi oleh warga Petobo melakukan penggusuran tanah di wilayah itu.

“Sekarang ada yang gusur-gusur tanah di atas, dan warga somasi ke saya. Di somasi Wali Kota Palu, kenapa digusur gusur tanah. Saya tidak tahu siapa yang menggusur itu. Tidak jelas juga yang somasi ini. Penasehat Hukumnya itu apakah sudah telusuri, siapa yang melakukan itu, tiba-tiba melakukan somasi ke saya. Penasehat Hukum bagaimana ini, dia belum tahu objeknya seperti apa, bagaimana, siapa yang lakukan, tiba-tiba somasi ke kita,” tegasnya.

Saat ini, kata dia, ada skema Hunian Tetap Relokasi Mandiri, ini bisa menjadi salah satu opsi bagi warga Petobo yang ingin hunian tetap.

“Warga yang memiliki lahan yang tidak bermasalah, ada alas haknya, silahkan melaporkan ke kami, nanti akan kami bangunkan Huntap di lokasinya. Ini salah satu opsinya. Jadi warga bisa menentukan sendiri lokasinya, asalkan lokasi tersebut ada akses jalan dan listrik. Karena kami tidak mungkin bangunkan lagi itu semua. Jadi ini salah satu opsi yang bisa dipilih,” katanya.

Karena itu, Hidayat mengajak semua elemen untuk dapat berpikir jernih melihat persoalan kebencanaan yang ada di Kota Palu saat ini.

“Dalam hal ini saya mengajak kita untuk tidak membawa bawa persoalan bencana ini ke ranah politik, Tanggalkanlah dulu kepentingan politik . Mari kita berpikir jernih dalam melihat persoalan ini, karena kalau proyek Huntap ini gagal,  maka siapapun yang menjadi Wali Kota ke depan tidak akan mampu menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Hidayat berharap semua pihak saling mendukung upaya Pemerintah Kota Palu dalam menuntaskan  kesempatan yang sudah diberi oleh Bank Dunia untuk merampungkan persoalan kebencanaan di Kota Palu, khususnya persoalan lahan Huntap.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas