Home Donggala

Sengketa Pilkades, Gugatan Penggugat Kabur

53
Moh Gazali. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Pengadilan Negeri Donggala telah memutus perkara sengketa pikades di delapan desa pada 25 Juni. Tetapi, penggugat masih diberi waktu selama empat belas hari pascaputusan untuk memperbaiki dokumen gugatan.

“Pengadilan menunggu perbaikan dokumen gugatan hingga Kamis mendatang (9/7),” kata Humas Pengadilan Negeri Donggala Moh Gazali Senin (6/7) di kantornya.

Ia menjelaskan dalam beracara di pengadilan, putusan pengadilan ada tiga yaitu gugatan diterima, ditolak, dan obscuur libel (kabur). Perkara delapan desa, pengadilan memutusnya dengan Obscuur libel artinya masih diberi kesempatan memperbaiki materi gugatan.

“Delapan desa gugatannya kabur, tapi masih bisa diajukan kembali setelah 14 hari pasca putusan, dokumen gugatan harus diperbaiki lagi,”jelasnya.

Dia menambahkan salinan putusan telah diserahkan ke pemerintah kabupaten.

“Jika empat belas hari tak ada perbaikan dokumen, tugas pengadilan telah selesai artinya tidak ada lagi persoalan hukum semua dikembalikan panitia desa/pemda, persoalan teknis mereka (panitia desa/pemda) kami tidak campuri lagi,” tuturnya.

Terpisah panitia Pilkades kabupaten DB Lubis yang dikonfrimasi di kantornya Senin 6 Juli 2020 mengatakan putusan pengadilan adalah NO artinya gugatan tidak dapat diterima tetapi bukan ditolak.

“Kembali ke posisi semula, tidak ada yang menang dan yang kalah, tidak ada pelantikan kepala desa, sudah begitu, yang sekarang itu tidak merubah posisi, karena gugatannya NO,” singkat Plt Inspektur Inspektorat Donggala.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas