Home Morowali Utara

Longki: Jangan Putus Komunikasi

40
BUPATI DEFINITIF - Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola melantik Moh Asrar Abd Samad sebagai bupati Morowali Utara definitif, yang meneruskan masa jabatan hingga 2021, di gedung Pogombo Kantor Gubernur, Senin 6 Juli 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Moh Asrar Abd Samad Bupati Morowali Utara

Palu, Metrosulawesi.id – Moh Asrar Abd Samad, kini definitif menduduki jabatan Bupati Morowali Utara meneruskan sisa masa jabatan hingga 2021. Dia dilantik oleh Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola mewakili Mendagri, di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Senin 6 Juli 2020.

Moh Asrar sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Morut. Dia dilantik sebagai Bupati menggantikan Aptripel Tumimomor MT yang meninggal meninggal dunia pada 2 April 2020 silam.

Gubernur Longki mengatakan, dengan bergulirnya kembali tahapan pilkada serentak 2020 per tanggal 15 Juni, maka pemerintah Kabupaten Morowali Utara, mesti mempercepat realisasi anggaran NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah). Sesuai data terakhir saat rakor virtual dengan jajaran Kemendagri, tanggal 24 juni 2020, realisasi di Morowali Utara untuk KPUD sudah mencapai 40 persen, Bawaslu Daerah 42,47 persen dan pengamanan 0 persen.

Gubernur mengatakan, dengan keputusan tetap melaksanakan Pilkada di tengah wabah covid-19 secara otomatis menambah kebutuhan anggaran.

“Olehnya, sesuai instruksi Mendagri kepada pemerintah daerah yang melaksanakan pilkada termasuk Morowali Utara di antaranya, diminta untuk melakukan relokasi dan efisiensi anggaran, serta berkonsultasi dengan gugus tugas covid daerah dalam hal pemberlakuan protokol kesehatan pada tahapan pilkada serentak,” jelas gubernur.

Gubernur mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas hasil LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) Kabupaten Morowali Utara tahun 2019 yang baru-baru ini menuai opini WTP (Wajar tanpa pengecualian) setelah lebih kurang enam tahun memperjuangkannya.

Gubernur berharap prestasi tersebut, dapat terus dijaga di masa mendatang. Sekaligus jadi momentum untuk tetap memperhatikan kesesuaian laporan keuangan berdasarkan standar akutansi pemerintahan, efektivitas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan undang-undangan.

Gubernur mengajak bupati untuk mengembangkan sikap saling menghargai dan memahami, serta merangkul semua pihak di kabupaten untuk terus bekerjasama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, stabil dan produktif.

“Jangan pernah putus komunikasi dengan pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat, yang keduanya selalu terbuka untuk diminta nasehat, solusi dan bantuan atas permasalahan yang tidak mungkin bisa saudara atasi semua karena keterbatasan kemampuan,” pesan Gubernur Longki.

Gubernur juga mengingatkan, sebagai sama-sama seorang Pejabat Negara dan abdi masyarakat harus patuh kepada semua peraturan perundang-undangan sebagaimana yang diucapkan saat pengambilan sumpah jabatan.

“Sebagai seorang gubernur, saya tidak akan sungkan untuk mengingatkan saudara. Apabila saudara kami nilai melanggar peraturan perundang–undangan,” kata gubernur mengingatkan.

Acara pelantikan Bupati Morut ikut dihadiri para pejabat daerah Sulawesi Tengah dan juga pejabat Kabupaten Morowali Utara dengan memenuhi standar Protokol Kesehatan yaitu dengan menjaga jarak serta penggunaan masker. (*)

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas