Home Palu

Kemendikbud Bantu UKT Mahasiswa Untad

118
Dr Ir Sagaf MP. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) mendapat bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Wakil Rektor Untad Bidang Kemahasiswaan, Dr Sagaf, menjelaskan bantuan UKT dari Kemendikbud sebagai bentuk kepedulian dampak pandemi virus corona (Covid-19).

“Universitas Tadulako mendapat kuota bantuan UKT termasuk yang terbanyak mencapai 3.299 orang,” ungkap Sagaf di Palu, Senin, 6 Juli 2020.

Dia mengatakan Untad mendapat bantuan UKT berawal saat rapat sosialisasi dengan Ditjen Dikti Kemendikbud via daring pada 2 Juli 2020. Dalam rapat daring tersebut, Sagaf menyampaikan kondisi mahasiswa Untad karena terdampak bencana alam 28 September 2018 lalu dan kini terdampak Covid-19.

Atas penyampaian tersebut, Kemendikbud memberikan satu keistimewaan bagi Untad, dengan memberikan kuota bantuan UKT yang cukup banyak daripada PTN lainnya. Bantuan UKT yang akan digelontorkan sebesar Rp2,4 juta per mahasiswa selama satu semester.

Bantuan UKT ini diperuntukkan bagi mahasiswa semester III, V dan VII dengan pembagian kuota 668 orang untuk semester III, 1.047 orang untuk semester V, dan 1.584 orang untuk semester VII.

Syarat utama untuk mendapatkan bantuan UKT tersebut yaitu memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), memiliki Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Hal ini dilakukan agar semua data terhubung dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

Apabila tidak memiliki salah satu dari ketiga kartu tersebut, mahasiswa bisa melampirkan surat keterangan terdampak Covid-19, surat pernyataan dari orang tua/wali tidak sanggup membayar UKT semester depan, juga surat keterangan ekonomi lemah.

“Untuk persyaratan tambahan kopian KK dan KTP, transkrip nilai, serta bukti pembayaran SPP semester berjalan. Pengurusan semua melalui fakultas masing-masing secara online dan akan dilanjutkan dengan verifikasi tingkat universitas.,” jelas Sagaf.

Bantuan UKT akan didistribusikan ke 11 fakultas di Untad, juga PSDKU Morowali dan Tojo Una-una. Bantuan ini juga akan didistribusikan untuk kurang lebih 100 mahasiswa berprestasi tingkat universitas. Distribusi kepada seluruh fakultas ini kata dia, dilakukan berdasarkan proporsi jumlah mahasiswa di setiap fakultas.

Sagaf menambahkan mahasiswa yang harus diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan yakni mereka yang benar-benar terdampak pandemi Covid-19 dibuktikan dengan persyaratan yang ditentukan.

“Untuk mahasiswa yang mengurus pengurangan UKT sesuai peraturan Rektor, harus memilih antara bantuan UKT dan pengurangan UKT. Yang jelas, bantuan UKT Kemendikbud ini hanya berlaku untuk satu semester. Kalau yang sudah dapat beasiswa lain tidak bisa dapat bantuan UKT dari Kemendikbud,” pungkas Sagaf.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas