Home Palu

KBM Madrasah di Palu Masih Sistem Daring

77
SAMBUTAN - Kepala Kemenag Palu, Ma’sum Rumi, saat menyampaikan sambutan di kegiatan sosialisasi SKB empat Menteri, belum lama ini, di MTsN 2 Palu. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Palu, menggelar sosialisasi tetang Surat Keputusan bersama empat Menteri dalam menghadapi tahun pelajaran 2020/2021 dalam tatanan normal baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19 belum lama ini.

Menurut Kepala MTsN 2 Palu, Muhammad Syamsu Nursi, sosialisasi ini sangat penting dilakukan, mengingat semakin dekatnya tahun ajaran baru, meskipun di bulan kemarin Kota Palu masih masuk dalam zona merah menurut Pusdatina Covid-19 Sulteng.

“SKB ini merupakan panduan pembelajaran tahun ajaran baru di masa pandemi Covid-19, bagi satuan pendidikan formal, SKB ini melibatkan Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri sebagai panduan pelaksanaan pendidikan di daerah,” ujar Syamsu.

Kepala Kemenag Palu, Ma’sum Rumi, mengatakan, dalam kondisi darurat, madrasah berhak memodifikasi kurikulum dalam setiap pembelajaran.

“Pembelajaran tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang akan diawali dengan melaksanakan kegiatan matsama/masa orientasi sekolah. Namun bagi Kota Palu yang saat ini belum masuk dalam ketegori wilayah zona hijau, maka kemungkinan masih akan memberlakukan sistem daring dalam kegiatan belajar mengajar (KBM),” kata Ma’sum.

Kata dia, era normal baru saat ini mengedepankan keselamatan bersama dibanding kehendak dan kemauan pribadi.

“Olehnya itu saya berharap proses belajar mengajar nantinya dilakukan secara daring (online), dan para guru harus siap dalam menguasai informasi dan teknologi,” ujarnya.   

Ma’sum mengatakan, pemerintah memutuskan dibolehkan pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan yang berada di wilayah zona hijau Covid-19.

“Tatanan normal baru bidang pendidikan jenjang madrasah tentunya harus mengikuti panduan SKB empat  Menteri tersebut, sehingga pelaksanaan pembelajaran selama pandemi Covid-19 berjalan dengan baik. Protokol yang termuat dalam SKB ini harus ditaati oleh madrasah pada saat tatanan normal baru itu berlaku,” jelasnya.

Kata Ma’sum, rincian untuk zona kuning, orange dan merah tidak boleh untuk melakukan tatap muka. Sedangkan, untuk zona hijau dibolehkan, namun dengan beberapa persyaratan, diantaranya harus ada kebijakan dari pemerintah daerah serta persetujuan dari orangtua murid. Kegiatan sosialisasi ini juga hadiri oleh Kasi Pendidikan Islam Kemenag Palu, Hj Nurlaili, dan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, Irawan Hadi.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas