Home Hukum & Kriminal

Wali Kota Palu dan Hamsir Jalani Pemeriksaan di Kejati Sulteng

177
Walikota Palu, Hidayat MSi (tengah baju coklat)) menjalani pemeriksaan di Kejati Sulteng. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Terkait Dugaan Korupsi Pembayaran Eskalasi Jembatan IV Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Giliran Walikota Palu Hidayat MSi, dan satu mantan anggota DPRD Palu Hamsir, yang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, dalam perkara dugaan korupsi mengenai pembayaran utang atau eskalasi jembatan IV Palu,  Senin (6/7/i 2020) siang.

Keduanya menjalani pemeriksaan di Kejati Sulteng, berlangsung di dua ruangan berbeda. Wali Kota Palu dan mantan anggota DPRD dari partai Hanura tersebut, merupakan dua dari empat orang saksi yang  berkesempatan hadir memenuhi panggilan penyidik. Dua saksi lagi yang telah dipanggil namun belum memenuhi panggilan yakni, mantan anggota DPRD Palu H Yos Suedarso Mardjuni dan satu anggota DPRD aktif Thompa Yotokodi.

“Hari ini, kita panggil itu ada empat orang. Yang hadir memenuhi panggilan  Wali Kota Palu, Hidayat dan satu mantan Anggota DPRD Palu, Hamsir. Dua yang tidak hadir, satu mantan, satu lagi anggota DPRD aktif,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, Gerry Yazid SH MH, melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Edward Malau SH MH  didampingi Kasipenkum Inti Astuti SH.

Wali Kota Palu, Hidayat usai menjalani pemeriksaan di Kejati Sulteng. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)

Diterangkan Edward Malau, Hidayat dan Hamsir termasuk dua yang  hadir,  dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan kepada penyidik. Keterangan para saksi dianggap perlu untuk kepentingan penyidikan mengenai perkara pembayaran eskalasi pembangunan jembatan IV Palu oleh Pemerintah Kota Palu, kepada PT. Global Jaya Mandiri di tahun 2019.

Dalam pemeriksaan dugaan kasus korupsi ini, lanjut Edward Malau menjelaskan, di tahap penyidikan yang sementara berjalan,  sebanyak 26 orang yang diperiksa atau dimintai keterangan. Untuk Wali Kota Palu sendiri, kehadirannya memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik, termasuk yang pertama kali.

“Di penyelidikan lalu ada 39 orang kita periksa. Untuk Wali Kota Palu, baru diperiksa nanti di tahap penyidikan ini. Kalau Hamsir kita periksa di tahap penyelidikan, kini diperiksa lagi di penyidikan,” jelasnya.

Diungkapkan  Edward, selain Hamsir sebelumnya  juga  sejumlah anggota DPRD Palu yang masih aktif dan yang sudah berstatus mantan, turut memberikan keterangan, baik ditahap penyelidikan lalu ada juga yang lain kembali diperiksa di tahap penyidikan.

“Seperti Ishak Cae mantan ketua DPRD Palu, yang kini masih aktif juga sudah kita periksa baik dipenyelidikan maupun ditahap penyidikan,”  ungkap Edward.

Untuk 26 orang yang kembali diperiksa ditahap penyidikan ini, termasuk tiga diantaranya adalah pihak dari rekanan atau pihak dari PT Global Daya Manunggal. Dari jumlah itu, termasuk yang telah dipanggil kembali menjalani pemeriksaan ditahap penyidikan adalah eks pejabat di lingkup Pemkota Palu.

Jembatan IV Palu. (Foto: Ist/ Laman liputan6.com)

 “Salah satunya itu adalah mantan kadis PU Kota Palu, di era pembangunan jembatan IV itu, yakni Bartholomeus Tandigala. Mantan kadis PU Palu ini, kita sudah periksa dipenyelidikan dan penyidikan,” bebernya lagi.

Ditanya siapa saja calon tersangka, Edward Malau yang merupakan mantan Kajari Samosir ini,  belum dapat memastikannya. Penyidik masih terus menelusuri untuk membidik siapa yang harus bertanggung jawab secara hukum maupun pidana terkait pembayaran eskalasi Jembatan Ponulele tersebut. Namun dia tidak menapik kalau diantara anggota aktif atau mantan anggota DPRD kota Palu, diantaranya ada yang kemungkinan menjadi tersangka.

“Untuk tersangka dari pihak DPRD Palu, kemungkinan ada,” tandas Edward.

Amatan Metrosulawesi.id, Hidayat dan Hamsir menjalani pemeriksaan cukup lama sejak mereka dikabarkan datang setelah ibadah Zuhur. Hidayat dan Hamsir baru dapat keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.20 wita. Dari ruang pemeriksa, Hamsir langsung meninggalkan Kantor Kejati Sulteng. Sementara Hidayat masih menuju mushola Kejati Sulteng, untuk salat Ashar.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas