Home Sulteng

Bantuan Bibit Ternak Dipangkas Rp30 M

63
Semuel Pongsapan. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Peternakan dan Penyuluhan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulawesi Tengah, Semuel Pongsapan, mengungkapkan anggaran bantuan bibit ternak untuk diberikan kepada masyarakat dipangkas mencapai Rp30 miliar. Pemangkasan tersebut untuk penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di daerah ini.

“Bantuan bibit ternak menjadi terbatas karena anggaran yang sebelumnya sudah disiapkan sekitar Rp60 miliar, sekarang dipangkas Rp30 miliar,” ungkap Semuel di Palu baru-baru ini.

Dia mengatakan dengan anggaran yang tersisa, bantuan bibit ternak yang bisa disalurkan hanya yang sudah masuk dalam tahap proses. Adapun penerima bantuan merupakan kelompok masyarakat (Pokmas) yang terdiri atas lima sampai 10 orang lebih. Bantuan bibit ternak yang disalurkan yaitu sapi, kambing, babi, ayam, dan lainnya.

Prosedur untuk mendapatkan bantuan bibit ternak memasukkan proposal permohonan ke Disbunak Provinsi Sulteng. Selanjutnya, tim Disbunak akan turun melakukan pengecekan ke lapangan. Apabila sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan, Disbunak akan memproses permohonan bantuan bibit ternak.

“Tapi kadang dari hasil pengecekan, tidak ada orang yang dimasukkan dalam proposal, pinjam nama orang atau fiktif,” ujar Semuel.

Semuel menambahkan pihaknya selektif dalam penyaluran bantuan bibit ternak agar tepat sasaran. Selain untuk bantuan bibit ternak, program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik untuk ternak sapi juga disetop tahun ini.

“Anggaran yang dari APBD untuk program IB ditarik anggarannya, sudah habis,” ungkap Semuel di Palu, Selasa, 30 Juni 2020.

Dia menjelaskan anggaran IB turut dipangkas dan dialihkan penanganan pandemi virus corona. Dampaknya, upaya untuk meningkatkan jumlah populasi sapi kian jauh dari yang diharapkan.

Olehnya, sebagaimana telah diberitakan, targetsejuta sapi pada 2021 yang digaungkan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola dipastikan sulit tercapai. Semuel membeberkan populasi ternak sapi sampai saat ini baru kisaran 300.000 sampai 400.000 ekor.

“Tidak akan sampai (sejuta sapi), paling 750.000 ekor, itu juga dengan pengadaan yang tahun-tahun lalu beranak-beranak. Tapi kalau satu juta sapi susah kayaknya sampai akhir masa jabatan beliau (Gubernur Longki),” ucapnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas