Home Sulteng

Optimis, Sulteng Segera Bebas dari Covid-19

105
VIDEO CONFERENCE - Plt. Kadis Kesehatan Sulteng, dr. Jumriani Yunus (tengah) mengikuti video conference terkait peran desa dalam penanggulangan TBC dalam rangka mendukung persepatan eliminasi TBC di Indonesia pada Tahun 2030, Kamis 2 Juli 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam lima hari terakhir, Sulawesi Tengah (Sulteng) dilaporkan tidak ada penambahan konfirmasi positif virus corona (Covid-19). Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus, optimis Sulawesi Tengah segera bebas dari pandemi Covid-19.

“Yang penting masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan,” ujar Jumriani kepada Metrosulawesi, Jumat, 3 Juli 2020.

Pusdatina Covid-19 Pemprov Sulteng melaporkan sejak 28 Juni hingga 1 Juli 2020, pasien terkonfirmasi positif corona sebanyak 186 orang. Itu artinya, dalam lima hari berturut-turut tidak ada penambahan pasien Covid-19 di daerah ini.

Sementara itu, pasien sembuh dari virus corona terus bertambah dengan total menjadi 158 orang. Angka penambahan pasien sembuh dalam sehari rata-rata 1 sampai 3 orang di kabupaten/kota.

Jumriani yang juga selaku juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulteng mengatakan rumah sakit rujukan di daerah ini tetap siap menerima pasien corona. Namun demikian, ia berharap tidak ada lagi penambahan pasien Covid-19.

“Tim medis tetap siap, APD (Alat Pelindung Diri) juga masih tersedia di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19,” pungkas Jumriani.

Dia menambahkan apabila masyarakat tetap disipilin menerapkan protokol kesehatan, Sulteng diyakini akan terbebas dari virus corona Agustus mendatang. Keyakinan tersebut sebagaimana yang diberitakan sebelumnya diperkirakan Covid-19 di daerah ini mulai berakhir Agustus mendatang.

“Berdasarkan penelitian yang ada, kita perkirakan sampai Agustus baru normal. Kita baru menuju ke puncak dalam empat sampai lima hari kedepan, mudah-mudahan,” ungkap Jumriani, Senin, 11 Mei 2020.

Namun perkiraan tersebut kata dia tak akan meleset apabila masyarakat tidak disiplin dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Sampai saat ini dikatakan, upaya terbaik agar tidak terpapar virus corona yaitu hanya dengan tetap di rumah.

Apabila masyarakat harus keluar rumah, wajib menggunakan masker dan menjaga jarak interkasi sosial (physical distancing dan sosial distancing). Itu karena yang paling utama dalam menentukan berakhirnya Covid-19 masyarakat sendiri.

“Semua tergantung masyarakat, kalau masyarakat patuh mengikuti anjuran pemerintah, pasti cepat berakhir virus ini. Kalau masyarakat di rumah saja, tidak melakukan aktivitas di luar, virus ini tidak akan pindah-pindah (menyebar). Yang bawa virus pindah kan manusia itu sendiri,” ucap Jumriani.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas