Home Hukum & Kriminal

Kejati Bidik Tersangka Jembatan IV

97
Edward Malau, SH MH. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Kasi Pidsus: Tanpa Pembahasan, Kok Dibayarkan

Palu, Metrosulawesi.id – Penyidik Kejaksaan Tinggi terus melakukan penyidikan kasus dugaan suap pada pembayaran ekskalasi jembatan IV oleh Pemkot Palu ke PT Daya Global Mandiri, selaku kontraktor pembangun jembatan.

“Kita masih terus menyidik, dan telah kembali memanggil sejumlah saksi-saksi. Ya sudah sekitar 20 oranglah,” terang Asisten Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejati Sulteng, Edward Malau SH MH, yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat 3 Juli 2020.

Namun apakah dari kurang lebih dua puluh orang itu, di antaranya adalah calon tersangka dalam kasus tersebut, Edward belum dapat memastikannya. Sehingga Itulah yang terus mendalaminya.

“Inikan masih terus diperiksa, kemungkinan saja bisa rekanannya yang dimintai pertanggungjawaban, kalau memang ternyata pernah memberikan uang atau bisa saja yang lain,” katanya.

“Namun intinya dari kami mengenai pembayaran ekskalasi jembatan IV ini ada perbuatan melawan hukum. Karena tanpa ada pembahasan kok bisa ada pembayaran,” terangnya.

Data yang dihimpun Metrosulawesi, siapa-siapa saja yang kembali dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di tahap penyidikan umum ini, diantaranya ada anggota dan termasuk mantan anggota DPRD Palu.

Anggota DPRD kota Palu yang kembali diperiksa sebagai saksi salah satunya Ishak Cae. Mantan ketua DPRD Kota Palu itu menjalani pemeriksaan pada hari Rabu, 1 Juli 2020. Pemeriksaan yang dijalani Ishak Cae cukup lama pada hari itu.

Sedangkan mantan anggota DPRD kota Palu yang turut kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejati Sulteng di antaranya H Kadir Samauna dan Danawira Asri. Pemeriksaan di tingkat penyidikan umum adalah langkah Kejati Sulteng dalam membuat terang dugaan adanya permasalahan mengenai pembayaran Ekskalasi jembatan IV.

Sebelumnya di tahap penyelidikan tim penyidik telah memeriksa sebanyak 39 orang saksi. Saksi-saksi itulah di antaranya yang kembali diperiksa ditahap penyidikan umum ini.

Jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus ini masih dalam perhitungan.

“Untuk dugaan kerugian negara dalam kasus ini, masih akan dilakukan pemeriksaan dan perhitungan. Yang jelas dugaan korupsi itu sudah di penyidikan umum, bagaimana pekerbangan selanjutnya akan dikabari,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus jembatan yang telah rubuh akibat gempa bumi 28 September 2019 lalu itu, sempat heboh karena adanya dugaan suap yang melibatkan sejumlah anggota DPRD Kota Palu.

Reporter: Sudirman
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas