Home Palu

Dua Pasien Positif Covid-19 Kabur

38
drg Herry Mulyadi. (Foto: Ist)
  • Salah Satunya Syahrir
  • Masyarakat Diimbau Waspada

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, mengabarkan, salah seorang pasien yang terkonfirmasi positif bernama Syahrir yang beberapa hari lalu kabur, kali ini kembali kabur dari RSU Anutapura tanpa izin.

“Sehari sebelumnya atau kemarin diberitahu bahwa hasil swab test terakhir beliau masih positif, sehingga secara SOP atau manajemen Covid-19 tetap merawat beliau sampai hasil swab testnya negatif baru bisa meninggalkan RS,” jelas Herry, saat dihubungi Metro Sulawesi, Kamis, 2 Juli 2020.

Herry mengatakan, Syahrir ini kemarin sempat tidak nyaman setelah diberitahu hasil swabnya, dan mempersalahkan kenapa belum bisa pulang, karena dirinya merasah sudah sembuh. Padahal menurut dokter harus menjalani perawatan dulu.

“Keingginan Syahrir cepat pulang adalah untuk melihat anaknya dan bertemu keluarganya di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, dan mengaku sudah sembuh, padahal menurut tim dokter belum, karena harus melalui swab test lagi hingga benar-benar negatif (sembuh),” kata Herry.

Herry sangat berharap kepada Syahrir agar jangan kabur tanpa izi dan mempersulit pihak RS. Karena pihak RS sudah berusaha merawat beliau dengan baik dan ikhlas.

“Kemudian saudara Syahrir ini kemarin telah diberikan bantuan dari Gubernur Sulawesi Selatan, serta organisasi lainya dan bantuan dana itu masih ada disimpan oleh Bendahara RSU Anutapura, rencananya setelah sembuh akan diberikan,” ujarnya.

Herry megimbau kepada Syahrir karena berisiko diharapkan menggunakan masker, dan jagan bersentuhan dengan orang lain.

“Tolong tetap jaga jarak, kasihan jika ada orang lain yang tertular karena dari perilaku anda, kelakuan dari Syahrir ini membuat kami resah, tolong keluarganya juga mohon diingatkan untuk segera kembali dirawat,” katanya. 

Sementara itu, kata Herry, ada satu lagi pasien bernama Rajab juga meninggalkan Kota Palu, dalam posisi sedang dirawat di ruang isolasi Asrama Haji, dan hasil swab test terakhirnya juga positif.

“Saya mendegar barusan (kemarin-red) kabarnya bahwa Rajab ini sudah naik angkutan bus untuk meninggalkan Palu,” ungkapnya.

Menurut Herry, Rajab ini usia sekitar 59 tahun dan masuk di Asrama Haji tiga hari lalu, hasil rapid testnya dua kali reaktif kemudian di swab test positif. Seharusnya hari ini (kemarin-red) dibawa ke RSU Anutapura untuk dirawat, ternyata pukul 01.00 dini hari tadi sudah meninggalkan Asrama Haji tanpa izin.

“Olehnya itu kami berharap kedua pasien yang berasal dari Sulawesi Selatan, untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain kemudian masyarakat perlu hati-hati, semoga kedua pasien ini segera lekas sembuh, kami disini dengan sabar siap menerima kembali kedua pasien ini untuk dirawat di RSU Anutapura,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas