Home Sulteng

BKKBN Ingatkan Dampak Remaja Nikah Dini

50
Dra. Maria Ernawati, M.M. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Maria Ernawati, mengajak para remaja untuk menunda nikah dini, dengan tetap memperhatikan kesehatan reproduksi demi masa depan mereka apalagi di masa pandemi ini.

“Maraknya pernikahan usia anak masih banyak terjadi di Indonesia khususnya di desa,” ungkap Maria Ernawati melalui Kasubbag Umum dan Humas, Bramanda Noya, di Palu, Jum’at (3’7).

Menurut Erna, data kehamilan remaja memang menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun, tetapi masih perlu perjuangan untuk dicegah dan jumlahnya di pedesaan lebih tinggi daripada di perkotaan.

“Secara nasional angka fertilitas kelompok usia muda ASFR (Age Specific Fertility Rate) usia 15-19 tahun yang sudah pernah melahirkan adalah sebesar 36 per 1.000 wanita,” terangnya.

Hal ini, katanya,  dapat meningkatkan jumlah kematian ibu dan kematian bayi ketika kehamilan terjadi pada usia remaja. Kemudian juga aborsi ilegal akan meningkat serta dampak-dampak lainnya.

Menurutnya, kondisi remaja masih banyak yang mengalami anemia, sehingga  bisa membahayakan bagi para remaja perempuan untuk hamil di usianya. 

Diakui, para remaja perempuan memang sudah bisa hamil tetapi sebetulnya belum siap untuk dihamili. Karena pertumbuhan tulangnya belum selesai, perlu tambah tinggi, tambah padat, dan seterusnya.

“Sebetulnya dampak dari akibat dari nikah dini itu banyak. Secara sosial, ekonomi, perceraian juga masih sering terjadi karena di rumah tangga sering ada KDRT, ada percekcokan dan seterusnya, sehingga di situ juga mengadakan adanya kematian ibu, ada kehamilan di usia yang sangat muda,” ungkapnya.

Dikatakan, penikahan remaja kebanyakan dialami oleh para remaja dengan pendidikan yang rendah, yang melakukan perilaku seks bebas, masalah ekonomi juga mendorong para remaja ingin segera menikah, budaya kawin muda, pernikahan yang diatur oleh orang tua dan juga hamil di luar nikah.

Ia menekankan betapa pentingnya merencanakan kehamilan, sebab usia normal perempuan untuk hamil dengan kondisi yang sehat adalah pada usia 20 tahun paling cepat dan 35 tahun paling akhir.

Ia menyebutkan, BKKBN selalu mengampanyekan 4 terlalu, yaitu jangan terlalu muda, jangan terlalu tua, jangan terlalu banyak jangan lebih dari 2, dan jangan terlalu dekat jaraknya jangan kurang dari 2 tahun untuk hamil ke hamil berikutnya agar tidak terjadi stunting.  Selain itu Erna juga menekankan 3 jangan yaitu, jangan hamil kalau tidak terencana, jangan telantarkan kehamilan, kemudian yang ketiga jangan bikin anak kalau hanya sia-sia artinya tidak serius, tidak dirawat, tidak dipikirkan masa depannya.

Reporter: Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas