Home Buol

DLH Buol Tutup Tambang Ilegal di 4 Lokasi

83
Sunaryo Raukang. (Foto: Dok. Radar Sulteng)

Buol, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buol menutup kegiatan penambangan galian C jenis pasir yang dikelola masyarakat secara liar pada 4 titik di Desa Ilambe dan Tuinan, wilayah Kecamatan Lakea.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buol, Sunaryo Raukang mengatakan, penambangan galian C  jenis pasir yang dilakukan secara liar sudah berlangsung cukup lama. Selama ini, belum ada izin resmi dari pemerintah terkait kegiatan tersebut, baik izin pengolahan secara teknis  dari Dinas ESDM maupun ijin lingkungan lainnya berupa Amdal  dari Dinas Lingkungan Hidup.

Terkait penutupan tambang liar itu, pihaknya lanjut Sunaryo, sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak instansi teknis lainnya, baik dengan  Dinas ESDM Provinsi Sulteng Cabang Tolitoli-Buol maupun dengan Pemerintah Kecamatan Lakea dan Pemerintah Desa setempat.

Hasil rapat koordinasi pada Selasa (30/6-2020) secara resmi telah dilakukan  penutupan  lokasi tambang tersebut yang dibuktikan dengan pemasangan plang tanda larangan, agar masyarakat tidak lagi melakukan penambagan secara illegal.

“Pada dasarnya, kami tidak pernah melarang masyarakat untuk melakukan kegiatan tersebut. Sepanjang ada izin resmi serta dokumen pendukung lainnya dari pemerintah, silahkan  saja. Kalau ada izin resmi, tentunya kegiatan pengolahan tambang itu dapat dilakukan dengan tertib, terutama dari aspek lingkungan,” jelas Sunaryo kepada Metro Sulawesi,  Rabu (1/7/2020) di ruang kerjanya.

Dikatakan, sebelum dilakukan penutupan, Pemkab Buol masih memberikan kewenangan penuh kepada Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat untuk melakukan pembinaan dan pengawasan langsung kepada masyarakat yang melakukan kegiatan penambangan tersebut.

Pemerintah Kecamatan dan Desa tersebut sudah cukup melakukan  pembinaan dan pengawasan secara maksimal, namun masyarakat tidak pernah mengindahkannya, tapi sebaliknya, justru tetap melakukan kegiatan penambangan secara illegal.

Maraknya kegiatan penambangan/pengambilan galian C  jenis pasir yang berada di tepi pantai desa tersebut selama ini, diakui karena jenis pasir tersebut  kualitasnya cukup baik dan bernilai ekonomis tinggi. Warnanya putih bersih dan butiran pasir itu agak kasar.

Selama ini  jenis pasir tersebut, banyak digunakan baik untuk kebutuhan pribadi maupun diperjual belikan kepada pihak lainnya untuk kebutuhan pembangunan proyek proyek fisik milik pemerintah maupun swasta, ujar Sunaryo.

Selanjutnya, Sunaryo menegaskan, jika sekiranya masih ada masyarakat yang mencoba melakukan kegiatan penambangan setelah penutupan lokasi tersebut, pihak Pemkab Buol akan melakukan koordinasi dengan penegak hukum agar dilakukan tindaklanjut proses penanganan secara hukum terhadap masyarakat yang melakukannya.

“Ini tidak main-main. Masalah ini kami sudah sampaikan kepada Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat agar dilakukan pengawasanya di lapangan. Jika masih ada masyarakat yang melakukanya, kami minta supaya segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” tandas Sunaryo.

Reporter: Suleman
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas