Home Nasional

Presiden Akan Kurban Sapi di Palu

71
SAPI KURBAN - Ilustrasi sapi kurban Presiden Joko Widodo saat Hari Raya Idul Adha tahun 2018. (Foto: Istimewa)
  • Disbunak Fasilitasi Komunikasi Peternak ke Setneg RI

Palu, Metrosulawesi.id – Presiden Joko Widodo akan kembali berkurban untuk masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, dalam rangka Hari Raya Iduladha pada 31 Juli mendatang.

Kepala Bidang Peternakan dan Penyuluhan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulteng, Semuel, mengungkapkan Presiden akan berkurban satu ekor sapi. Pihak Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) RI telah mengirimkan kriteria sapi yang akan dikurbankan Presiden untuk masyarakat Kota Palu.

“Salah satu kriterianya minimal berat sapi harus 800 kg dan tentunya sehat,” ungkap Semuel, Selasa, 30 Juni 2020.

Disbunak dikatakan telah menfasilitasi komunikasi peternak sapi di Sulteng dengan pihak Setneg. Saat ini ada tiga peternak yang sudah diusulkan menyediakan sapi untuk Presiden dengan berat dan harga penawaran masing-masing.

Peternak dimaksud atas nama Hasanudin, beralamat di Nunu, Kota Palu, yang menawarkan sapi jenis Peranakan Ongole (PO) berat 752 kg dengan harga Rp65 juta. Peternak berikutnya atas nama Lila Setiawan, menawarkan sapi jenis yang sama berat 810 kg dengan harga Rp60 juta. Terakhir atas nama Paijan, beralamat di Desa Karya Mukti, Kabupaten Donggala, menawarkan sapi jenis brahman berat 950 kg dengan harga Rp65 juta.

Semuel Pongsapan. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

“Sekarang sistemnya harus penawaran karena mereka (pihak Setneg) tidak datang ke Palu dampak pandemi virus corona. Kami membantu peternak mengirim penawarannya ke mereka (Setneg RI),” ucap Semuel.

Semuel menjelaskan saat kurban tahun sebelumnya, pihak Setneg datang langsung memilih sapi yang akan dikurbankan Presiden. Untuk kali ini, hal tersebut tidak bisa dilakukan karena pandemi Covid-19. Olehnya, pihak Setneg meminta Disbunak memfasilitasi komunikasi ke peternak sapi.

Selanjutnya, sapi yang akan dipilih untuk dibeli Presiden tergantung komunikasi peternak dengan pihak Setneg. Disbunak kata Semuel hanya sebatas menfasilitasi mengirimkan data yang dibutuhkan Setneg.

“Jadi pihak Setneg dengan peternak yang selanjutnya berkomunikasi, kami sudah kirim nomor telepon masing-masing,” jelasnya.

Adapun sapi yang ditawarkan untuk kurban Presiden telah diperiksa secara ketat melalui pengambilan sampel darah dan kotoran. Sampel tersebut dikirimkan ke Balai Kesehatan Hewan Makassar. Apabila tidak ada perubahan, sapi kurban Presiden akan disembelih di salah satu masjid di seputaran Jalan Veteran Palu.

“Terkait warga yang akan mendapat daging kurban dari Presiden bukan kami yang urus,” pungkas Semuel.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas