Home Hukum & Kriminal

Poso Masih Dibayangi Aksi Teror

54
Irjen Pol Syafril Nursal - Brigjen TNI Farid Makruf. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Operasi Tinombala III Melibatkan TNI

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus-kasus terorisme yang masih terjadi di Kabupaten Poso dan belum tertangkapnya kelompok sipil bersenjata, menjadi pertimbangan Polri memperpanjang Operasi Tinombala 2020 di Poso. Operasi Tinombala tahap III ini melibatkan TNI.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Drs Syafril Nursal, SH, MH, mengatakan, Operasi Tinombala akan terus dilaksanakan hingga para pelaku tindak pidana terorisme yang ada di Poso, berhasil ditangkap.

“Untuk Operasi Tinombala akan tetap kita lanjutkan, hingga semua teroris yang ada di gunung Poso, yang berada di Poso, dan semua yang mendoktrin orang untuk menjadi teroris di Poso, berhasil kita tangkap,” kata Kapolda, Selasa 30 Juni 2020.

Perpanjangan operasi Tinombala tersebut, karena produksi teroris yang berada di bawah tidak berhenti, selain itu medan operasi yang sulit dan luas.

“Ini yang membuat saya mengakui bahwa, saat ini ada kemungkinan jumlah DPO Poso bertambah, karena ada produksi teroris di bawah,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya terus melakukan proses hukum penangkapan yang difokuskan pada mereka yang berada di atas gunung. Sedangkan yang di bawah tidak digarap. Persoalan yang di bawah ini bukan persoalan polisi. Mari bersama-sama menyelesaikan masalah ini secara komprehensif, tidak cukup hanya dengan polri dan TNI saja.

“Seperti contoh ada kelompok-kelompok di sana yang membina teroris, ada pesantren yang tidak jelas izinnya, tidak jelas kurikulumnya, tidak jelas bahan ajarnya, tidak jelas pengajarnya, tidak jelas sikapnya,” jelasnya.

“Ini yang membuat Operasi Tinombala tetap dilanjutkan,” tegasnya.

Sementara itu, untuk keterlibatan TNI dalam Operasi Tinombala di Poso, Kapolda Sulteng menegaskan bahwa dalam Operasi Tinombala periode III, pihaknya akan melibatkan unsur TNI dalam melakukan operasi pengejaran kelompok teroris yang masih saja melakukan aksi teror di Kabupaten Poso, dan Sulawesi Tengah Khususnya.

Untuk jumlah pasukan yang akan dilibatkan dalam Oprasi Tinombala periode III ini, Orang nomor satu di Polda Sulteng itu, enggan untuk menjabarkan berapa total pasukan yang dilibatkan. Namun, dirinya menerangkan bahwa dalam Operasi Tinombala, bukan hanya personel Polda Sulteng saja, namun juga ada personel dari Mabes Polri.

Sekali lagi penyelesaian terhadap kelompok MIT Poso, baik yang ada di Gunung Biru harus dibarengi dengan penyelesaian mereka yang ada di bawah atau masyarakat Poso yang ada di kampung-kampung.

Menanggapi rencana Polda yang akan melibatkan TNI dalam operasi tersebut, Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, M. A, yang ditemui mengatakan, siap mengarahkan kekuatan sesuai dengan permintaan dari Polri.

“Kami sudah menyiapkan kekuatan untuk Operasi Tinombala, periode III, sesuai dengan permintaan dari Polri, yang pastinya TNI siap,” kata Danrem kepada Metrosulawesi.

Danrem juga mengatakan, pihaknya sendiri berharap Operasi Tinombala ini dapat segera diselesaikan.

“Kami ingin masyarakat di Poso itu kondusif dan tidak lagi dibayangi kasus-kasus keamanan, agar kedepannya para investor yang akan masuk ke Poso, tidak dibayang-bayangi lagi dengan kondisi keamanan di Poso,” ucapnya.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi, bahwa perpanjang masa tugas Operasi Tinombala 2020, kembali diperpanjang hingga 30 September 2020, dan itu tertuang dalam, Surat Telegram Kapolri bernomor : STR/360/VI/OPS.1.3./2020 tanggal 26 Juni 2020 tentang melanjutkan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Operasi Tinombala-2020 Tahap III.

Beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan anev operasi kewilayahan Tinombala 2020 Tahap II dari hasil anev tersebut didapatkan data bahwa masih terdapat target operasi atau DPO sebanyak 14 orang yang belum tertangkap. Operasi ini dilaksanakan selama 94 hari terhitung mulai tanggal 29 Juni sampai 30 September 2020, dengan mengedepankan kegiatan penegakan hukum yang didukung fungsi intelijen, fungsi Binmas, dan fungsi kepolisian lainnya.

Operasi Tinombala di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah ini, sudah kedua kalinya dilakukan perpanjangan. Tahap pertama pada 2020 dilaksanakan terhitung mulai 1 Januari sampai 31 Maret 2020, dan tahap kedua Operasi Tinombala dilaksanakan terhitung mulai tanggal 31 Maret sampai dengan 28 Juni 2020.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas