Home Sulteng

Daging Kurban Akan Diantar ke Rumah

51
Dandy Alfita. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Antisipasi Klaster Baru Pasca Idul Adha

Palu, Metrosulawesi.id – Hari Raya Idul adha tahun ini di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19). Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) mulai melakukan antisipasi terhadap kemungkinan klaster baru Covid-19 pasca hari raya kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disbunak Provinsi Sulteng, Dandy Alfita, mengungkapkan telah mengirimkan edaran ke kabupaten/kota terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di tempat-tempat penyembelihan hewan kurban.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan tim pemotong hewan kurban di masjid-masjid,” ungkap Dandy didampingi Kepala Seksi Kesmavet Disbunak Sulteng, I Made Suanta di Palu, Selasa, 30 Juni 2020.

Dia menjelaskan tengah dirancang skema pembagian daging kurban untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satu skema yang disiapkan yaitu pengurus masjid atau kelurahan setempat menunjuk petugas untuk mengantar daging kurban ke rumah masing-masing penerima. Petugas yang ditunjuk harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Skema berikutnya, pengurus masjid atau tempat penyembelihan hewan kurban menentukan jadwal/jam pembagian daging kurban masing-masing penerima. Pengambilan juga harus menerapkan protokol kesehatan.

“Harus diatur karena biasanya kalau ada pembagian daging kurban pasti masyarakat berkerumun.  Ini yang kita khawatirkan karena jangan sampai ada gelombang ke dua penyebaran Covid-19,” ucap Dandy.

Dari skema yang disebutkan, Dandy berharap yang diterapkan yaitu mengantar daging ke rumah masing-masing penerima. Skema tersebut diyakini sangat bisa meminimalisir penumpukan masyarakat.

“Kalau soal masyarakat penerima daging kurban pastinya petugas masjid atau pihak kelurahan sudah saling mengenal dan tahu alamat rumah,” ujarnya.

Sementara pemotongan yang sifatnya perorangan untuk didagangkan harus dari kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Demikian pula pedagang harus memakai masker dan menggunakan sarung tangan. Dandy mengatakan masa pemotongan daging kurban tahun ini diberi waktu selama tiga hari terhitung mulai hari H Iduladha. Disbunak Provinsi Sulteng akan menurunkan petugas sekitar 80 orang. Petugas tersebut akan menyebar ke titik-titik pengumpulan hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan. Hewan kurban harus dipastikan bebas dari antraks dan penyakit hewan lainnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas