Home Palu

Wacana Pembelajaran Tatap Muka Belum Pasti

47
Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, mengungkapkan, hingga saat ini belum ada wacana Pemerintah Kota Palu untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka, karena posisi Palu saat ini belum masuk zona hijau Covid-19.

“Sementara persyaratan dari SK bersama empat Menteri kemarin, jika ingin dibuka kembali pembelajaran tatap muka, wilayah itu harus zona hijau,” kata Ansyar, melalui ponselnya, Senin, 29 Juni 2020.

Persyaratan selanjutnya, kata Ansyar, harus ada izin Kepala Daerah atau Menteri Agama terkait pembelajaran tersebut. Bahkan harus ada cek list kesiapan dan perlu ada persetujuan orang tua.

“Jadi untuk pengenalan lingkungan sekolah dan pembelajaran tatap muka, Kota Palu belum mengarah kesana, sebab wilayah kita belum masuk zona hijau,” jelasnya.

Ansyar mengatakan, saat ini yang berjalan masih pendidikan jarak jauh atau secara daring, kemudian  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Karena masa pandemi Covid-19 di Palu masih belum berakhir, sehingga kami berharap pelaksanaan proses pembelajaran dan pengenalan lingkungan sekolah pasca PPDB ini sebaiknya dilaksanakan secara jarak jauh,” ungkapnya.

Sebelumnya, Disdikbud Kota Palu mulai menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penerapan kembali masuk sekolah di masa new normal untuk satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Kota Palu.

Terkait skenarionya, kata Ansyar, diantaranya mengurangi jam belajar siswa di sekolah,dimana  secara normal,  waktu siswa belajar 35 menit setiap mata pelajaran, maka nanti akan dikurangi 20-25 menit.

“Kemudian memberlakukan shift masuk belajar di sekolah, jadi dalam satu kelas akan dibagi menjadi dua, nanti ada siswa yang masuk pagi dan ada yang masuk siang,” ujarnya.

Selain itu, kata Ansyar, sekolah harus memiliki sarana cuci tangan pakai sabun, tidak boleh membeli jajanan di sekolah dan harus membawa makanan sendiri, serta tidak ada waktu istirahat.

“Selanjutnya, diharapkan orang tua mengantar dan menjemput anaknya sesuai waktu yang ditentukan, sehingga tidak ada pertemuan antara para peserta didik,” katanya.

Ansyar juga mengatakan, untuk guru yang mengajar di kelas, nanti dipantau mana saja guru-guru yang berisiko atau rentan dari sisi kesehatan, mungkan diminta untuk tidak mengajar, tetapi akan dilihat juga ketersedian guru di sekolah tersebut.

“Untuk waktu penerapan new normal di sekolah, kami belum bisa pastikan, karena nantinya kami akan uji publik kepada masyarakat, serta kita akan melakukan simulasi di sekolah. Maka dari itu kami membutuhkan waktu untuk menyiapkan semua itu sebelum kita implementasikan,” ungkapnya.

Ansyar mengaku, penyusunan SOP new normal ini akan dibarengi dengan simulasi dan uji publik, yang ditargetkan satu bulan.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas