Home Sulteng

Tujuh Ruas Jalan Lewati Kawasan Suaka Alam

45
TEKEN PKS - Gubernur H Longki Djanggola (ketiga dari kiri) dan Kepala BKSDA Sulteng H Hasmuni Hasmar (ketiga dari kanan) menandatangani dokumen perjanjian kerja sama di ruang kerja gubernur, Jumat (26/6). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Pemprov-BKSDA Sulteng Teken Kerja Sama Perlindungan Hukum

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulteng dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulteng menandatangani perjanjian kerja sama terkait perlindungan hukum untuk tujuh ruas jalan yang melintasi kawasan suaka alam. Penandatanganan perjanjian itu dilakukan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola bersama Kepala BKSDA Sulteng H Hasmuni Hasmar di ruang kerja gubernur, Jumat 26 Juni 2020.

Gubernur H Longki Djanggola mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama untuk melindungi secara hukum kepada pejabat terdahulu sesuai penjelasan Kepala BKSDA,  supaya kebijakan itu terlegalkan secara hukum.

Menurut Gubernur ketujuh ruas jalan itu sangat bermanfaat kepada masyarakat, dapat menghubungkan adat istiadat yang selama ini terpisahkan akibat tidak adanya akses penghubung.

Gubernur berterima kasih karena ruas jalan Baturube-Tambayoli sudah terbuka. Dia berharap ruas jalan Lore Selatan,   Bada -Besoa dan Behoa cepat bisa terwujud.

Seperti yang dipaparkan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sulteng, Syaifullah Djafar, ketujuh ruas jalan itu selain melintasi Kawasan Suaka Alam (KSA) juga ada yang melintasi Kawasan Pelestarian Alam (KPA) baik itu cagar alam, taman wisata alam dan suaka margasatwa yang merupakan wewenang BKSDA Sulteng. 

Ketujuh ruas jalan itu masing-masing ruas jalan Malino Jaya-Sumara Jaya menghubungkan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) dan Morowali Utara (Morut) dengan panjang 22,22 KM dan panjang jalan yang melintasi 2, 87 km Cagar Alam Morowali.

Ruas jalan Sumara Jaya-Lembah Sumara menghubungkan Kabupaten Touna dan Morut dengan panjang jalan 9,05 km dan panjang jalan yang melintasi 0,53 km Cagar Alam Morowali.

Ruas jalan Mepanga-Pasir Putih menghubungkan Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tolitoli dengan panjang jalan 26,02 km dan panjang jalan yang melintasi 7,60 km Cagar Alam Tinombala.

Ruas jalan Pasir Putih-Basi berfungsi menghubungkan Kabupaten Parigi Moutong dan Tolitoli dengan panjang jalan 20,85 km dan panjang jalan yang melintasi 2,18 km Cagar Alam Tinombala.

Ruas jalan Tonusu-Pendolo menghubungkan Kabupaten Poso dan Morut dengan panjang jalan 58,20 km dan panjang jalan yang melintasi 11,52 km Cagar Alam Pamona dan Taman Wisata Alam Bancea.

Ruas jalan Uwemea-Toili berfungsi menghubungkan Kabupaten Touna dan Kabupaten Banggai dengan panjang jalan 23,25 km dan panjang jalan yang melintasi 0,90 km Suaka Margasatwa Bakiriang.

Ruas jalan Siuna-Boalemo berfungsi menghubungkan antar ibu kota kecamatan di Kabupaten Banggai dengan panjang jalan 72,40 km dan panjang jalan yang melintasi 3,03 km Suaka Margasatwa Lombuyan.

Syaifullah Djafar mengungkapkan perjanjian kerja sama dibuat untuk perlindungan hukum bersama antara kedua belah pihak. Kata Syaifullah, kerja sama ini bisa terwujud atas dasar komitmen secara verbal di sela-sela peresmian gedung BKSDA Provinsi Sulteng tanggal 28 Januari 2020 antara Kepala BKSDA dan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng untuk mengadakan suatu nota kesepakatan/perjanjian yang bertujuan memberikan kepastian hukum dan asas legalitas yang bersifat sementara untuk 7 jalan provinsi yang melintas di Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA), sembari menunggu tersedianya dokumen pelengkap perjanjian kerja sama yang memerlukan biaya dan waktu untuk proses penyelesaiannya.

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng pada bulan Februari 2020 mengajukan proposal kerja sama dalam rangka pembangunan yang tidak dapat dielakan untuk ke tujuh ruas jalan provinsi tersebut yang disertai dengan rencana pembangunan sarana dan prasarana. BKSDA Provinsi Sulteng menyetujui proposal tersebut yang disertai dengan Draft Perjanjian Kerja sama antara Kepala BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah dengan Gubernur Sulawesi Tengah.

Kepala BKSDA Sulteng H Hasmuni Hasmar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur yang telah mewujudkan pemulihan dampak hukum atas pembukaan ruas jalan pada area hutan oleh pemimpin Sulawesi Tengah sebelumnya.

Dia berharap penandatanganan pembangunan ruas jalan Sedoa , Behoa, Bada yang melalui hutan lindung dan hutan konservasi sudah bisa diproses. Ini akan menjadi kenangan indah yang ditorehkan Gubernur H Longki Djanggola, karena dampaknya sangat besar untuk masyarakat dan bisa mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas