Home Nasional

Pecat ASN Terlibat Narkoba

56
PERINGATAN HANI - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan pidato dalam Pembukaan Puncak Peringatan HANI di Jakarta, Jumat 26 Juni 2020. (Foto: Istimewa)
  • Narkotika dan Covid-19 jadi Musuh Bersama Bangsa

Palu, Metrosulawesi.id – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2020 dalam situasi tatanan kehidupan normal baru dilaksanakan secara virtual dengan protokol kesehatan, Jum’at 26 Juni 2020.

Gubernur Sulteng Drs. H. Longki Djanggola, M.Si didampingi Kepala BNNP Sulteng Brigjen Pol Drs Sugeng Suprijanto, SH dan Kapolda Sulawesi Tengah Irjen. Pol. Syafril Nursal serta pejabat terkait juga nampak mengikuti peringatan yang dihadiri Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, dari ruang video conference kantor gubernur.

Upaya komponen bangsa menghadapi pandemi Covid-19 kini bergandengan dengan upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. Sehingga HANI 2020 mengangkat tema : Hidup 100 persen di era normal baru. Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia.

“Saat ini kita semua dihadapkan pada musuh bersama yang harus dihindari yaitu Covid-19 dan narkotika,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Ia menambahkan bahwa kelompok masyarakat di garis depan yang paling banyak terpapar narkoba berasal dari kelompok usia produktif dan generasi millenial.

Sebagai gambaran, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada kurun 2017 sebanyak 3,37 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun, lalu naik pada 2019 menjadi 3,6 juta. Sedangkan penyalahgunaan di kalangan pelajar pada tahun 2018 menyentuh angka 2,29 juta.

Karena itu pemerintah lewat Inpres Nomor 2 Tahun 2020 telah memerintahkan semua komponen bangsa untuk mendukung pelaksanaan Program Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Narkotika merupakan kejahatan lintas batas negara dan kejahatan luar biasa. Oleh karena itu, penanganannya harus melibatkan semua unsur masyarakat,” tegasnya.

Aparatur sipil negara yang melakukan penyalahgunaan Narkotika akan mendapat tindakan tegas untuk tidak mendapatkan jabatan, Rehabilitasi bahkan penghentian dengan tidak hormat.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi, Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa ASN yang mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba akan diberhentikan secara tidak hormat. Ia mengatakan narkoba, radikalisme dan korupsi harus diperangi.

Hal tersebut juga tertuang dalam keputusan 13 menteri yang ditandatangani oleh Menpan RB, Ketua Komisi ASN, Kepala Kepegawaian Negara dan Kepala BNN RI, sesuai petunjuk Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi Tjahjo Kumolo dalam launching website aduan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2020 yang berlangsung secara virtual dan disaksikan secara langsung oleh Gubernur se-Indonesia.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas