Home Sulteng

Disiapkan Buku Saku Pengurusan Adminduk

55
FOTO BERSAMA - Sekretaris Disdukcapil Provinsi Sulteng, Rizal Damsud, foto bersama perwakilan JMK Oxfam, saat penyerahan E-KTP masyarakat terdampak bencana 28 September 2018, baru-baru ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Warga Kota Palu, Sigi, dan Donggala akan mendapat buku saku tata cara pengurusan administrasi kependudukan (adminduk). Buku saku adminduk disiapkan oleh NGO Jejaring Mitra Kemanusiaan Oxfam bekerjsama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sulteng serta Disdukcapil wilayah Pasigala.

Kepala Disdukcapil Provinsi Sulteng, Abd Haris Yotolembah, menerangkan buku saku adminduk akan memuat prosedur dan syarat-sayarat pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP, KK, Akta kelahiran, dan lainnya.


“Saat ini pembuatan buku saku sedang dalam tahap pengumpulan data dari Dinas Dukcapil Pasigala,” terang Haris, Kamis, 25 Juni 2020.

Dia mengatakan biaya pembuatan buku saku adminduk sepenuhnya akan ditanggung oleh Oxfam. Disdukcapil Provinsi Sulteng hanya menfasilitasi pengumpulan data dari kabupaten/kota.

Buku saku tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat yang bingung atau belum mengetahui tata cara pengurusan adminduk. Untuk tahap pertama, pembuatan buku saku hanya menyasar warga Pasigala. Pasigala dipilih karena sebagian besar masyarakat-nya merupakan korban bencana pada 28 September 2018, yang sedang dalam masa pemulihan.

Haris mengaku belum mengetahui pasti jumlah buku saku yang akan dicetak untuk dibagikan kepada masyarakat. Namun yang pasti, buku saku nantinya akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

“Berapapun nanti jumlahnya, kita tetap mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kepedulian teman-teman dari Oxfam,” pungkas Haris.

Seperti diberitakan, Disdukcapil se-Sulteng terus melakukan berbagai upaya untuk memudahkan pelayanan adminduk kepada masyarakat. Terbaru, Haris mengungkapkan akan tetap berupaya untuk membeli mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Haris mengatakan rencana pembelian mesin ADM menjadi salah satu dari berbagai upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Sulawesi Tengah.

Ia mengaku telah melihat langsung penggunaan mesin ADM pada awal Desember 2019 lalu. Haris tertarik setelah melihat kemudahan yang nantinya bisa dirasakan masyarakat dengan adanya mesin ADM. Sebelum mendatangkan mesin ADM, Disdukcapil dikatakan Haris harus terlebih dahulu menyiapkan sumber daya manusia yang bisa bertanggung jawab terhadap operasional mesin ADM.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas