Home Buol

DAU Buol Dipangkas Rp65 Miliar

71
Moh. Syarif Pusadan,SE. (Foto: Dok. Metrosulawesi)
  • Pandemi Covid 19

Buol, Metrosulawesi.id – Anggaran daerah yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2020, baik daerah provinsi maupun kabupaten/kota dipangkas.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buol Moh. Syarif Pusadan,SE mengatakan, akibat pemangkasan anggaran tersebut maka pemerintah daerah juga ikut menyesuaikan dengan melakukan perubahan anggaran APBD secara radikal.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 35 tahun 2020, khusus daerah Kabupaten Buol mendapat pengurangan anggaran  sebesar Rp 146 miliar dari seluruh sumber dana, baik DAU maupun DID.

Khusus DAU, terjadi pengurangan sebesar Rp 65 miliar. Sedang DAK  tetap dan tidak ada pengurangan, jelas Syarif kepada Metro Sulawesi Rabu (24/6/2020) di ruang kerjanya.

Akibat adanya pengurangan nilai anggaran tersebut, maka pihaknya lanjut Syarif, juga melakukan proses refocussing anggaran sekaligus melakukan rasionalisasi terhadap seluruh kegiatan  di daerah termasuk kegiatan fisik lainnya.

Dan berdasarkan petunjuk Menteri Keuangan, untuk kegiatan fisik tahun 2020  bisa dilaksanakan akan tetapi pembayarannya nanti akan direalisasikan tahun 2021.

Sedang khusus kegiatan fisik lainnya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sebelumnya telah diberi waktu untuk proses penginfutan hingga bulan Maret 2020 terutama terhadap item kegiatan fisik yang sudah ditetapkan kontraknya.

Sedang kegiatan yang belum ditetapkan kontraknya secara otomatis hangus, seperti halnya kegiatan sanitasi  pada Dinas PU, dan kegiatan pembangunan pasar pada Dinas Perindag Kabupaten Buol.

“Jadi, kegiatan pada dua OPD tersebut bisa dilanjutkan pekerjaannya berdasarkan kontrak nanti pada tahun depan. Akibat lambatnya waktu  penginfutan terhadap jenis kegiatan fisik pada 2 OPD tersebut, maka konsekwensinya tahun ini  kita hanya  memperoleh bantuan DAK  sebesar Rp 74 miliar,” tandas Syarif.

Ditambahkan, sedang khusus penyelesaian sisapembayaran jasa pekerjaan fisik Kantor Bupati Buol serta pembayaran tahapan progres  pembangunan fisik  rumah jabatan Bupati, juga semuanya akan diselesaikan  pembayaranya berdasarkan nilai kontrak.

“Insaallah  semua sisa pembayaran kegiatan fisik tersebut  tetap akan dibayarkan. Tidak ada  alasalan  untuk tidak dibayarkan, karena semua itu adalah hutang APBD,” ujar Syarif.

Reporter: Suleman
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas