Home Hukum & Kriminal

Belum Ada Bukti Keterkaitan Qidam dengan MIT

53
AKBP Didik Supranoto. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – terkait pemberitaan media tentang korban penembakan di Poso atas nama Qidam Alfariski Mofance (20) yang ber KTP Dusun III, Kelurahan Atoga, Kecamatan Motongkao Kabupaten Boltim.

Polda Sulawesi Tengah melalui Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto,SIK, melalui keterangan tertulisnya, Jumat 26 Juni 2020, mengatakan bahwa saat kejadian benar satgas tinombala saat itu melakukan pengejaran terhadap orang tidak dikenal (OTK) dan dilakukan sandi, karena tidak ada respon kemudian dilakukan penembakan peringatan dan dibalas oleh OTK tersebut.

“Kejadian saat itu malam hari dan kondisi di TKP gelap gulita, karena ada tembakan balasan sehingga saat itu tim satgas melakukan tembakan balasan yang mengarah kepada pelaku (OTK),” Jelas Didik

Sesaat setelah terjadi kontak tembak, petugas melakukan penyisiran dan ditemukan satu OTK dengan luka tembak, setelah dilakukan pemeriksaan dari dalam tas yang dibawa ditemukan kartu tanda pengenal (KTP) atas nama Qidam Alfariski Mofance (20), yang ber KTP Dusun III Kelurahan Atoga Kecamatan Motongkao Kabupaten Boltim.

“Setelah hampir tiga bulan dilakukan penyelidikan oleh tim Bidpropam Polda Sulteng, Ditreskrimum Polda Sulteng diback up penyidik dari Biro Provost Divpropam Polri, dengan melakukan pemeriksaan dari internal kepolisian, masyarakat dan melakukan olah TKP serta rekonstruksi,” tambahnya.

Kombes Pol. Didik Supranoto juga mengatakan bahwa, sampai saat ini belum ditemukan keterkaitan korban  Qidam Alfariski Mofance alias Qidam, dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora.

“Demikian juga terhadap korban juga tidak termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pelaku tindak pidana teroris MIT Poso yang selama ini sudah beredar,”tegasnya.

Juru bicara Polda Sulteng itu juga memohon maaf, apabila klarifikasi yang disampaikan melalui media terkesan terlambat.

“Karena sebagai penyampai informasi pihaknya pun juga menunggu hasil investigasi baik, yang dilakukan oleh internal Kepolisian maupun eksternal yaitu Komnas HAM Sulteng,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas