Home Palu

Muharram: Anggota Ya, Kader Belum

117
DISKUSI PILKADA - Ketua DPC Demokrat Kota Palu, Hidayat Pakamundi (kiri) berdiskusi dengan Ketua DPD PDIP Sulteng, Muharram Nurdin kanan) terkait peluang koalisi kedua partai dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palu 9 Desember 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Elwin Kandabu)
  • Petahana Hidayat Dapat Tugas Cari Koalisi

Palu, Metrosulawesi.id – Peluang petahana, Hidayat untuk masuk berebut kursi wali kota pada pilkada 2020 makin terbuka. Setelah mendapat kartu tanda anggota (KTA) dari PDIP, Hidayat kini dapat tugas dari Demokrat untuk mencari pasangan koalisi.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi, Hidayat lah menjadi satu-satunya nama yang mendapat surat tugas dari partai Demokrat untuk mencari pasangan koalisi dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palu.

Ketua DPC Demokrat Kota Palu, Hidayat Pakamundi menyampaikan, dari lima nama yang diajukan ke DPP Demokrat, hanya Hidayat yang mendapat surat tugas untuk melengkapi partai koalisi. Tugas itu diberikan karena Demokrat cuma memiliki tiga kursi di DPRD Kota Palu, sedangkan syarat pencalonan minimal tujuh kursi.

“Demokrat belum memberikan rekomendasi, baru surat tugas untuk mencari teman koalisi. Surat tugas itu hanya diberikan kepada Hidayat. Untuk rekomendasi tentunya melihat perkembangan koalisi yang dibangun pak Hidayat,” tutur Hidayat Pakamundi, Kamis 25 Juni 2020.

Lima nama yang diusulkan Demokrat Kota Palu ke DPP yaitu Imelda Muhiddin, Sauqi Husen Maskati, Sofyan Lasimpala, Ronald dan Hidayat. Melalui Bansel Demokrat, Hidayat menjadi satu-satunya nama yang mendapat surat tugas untuk mencari teman koalisi.

Hidayat Pakamundi menyebutkan masih terdapat empat partai politik yang berpotensi menjalin koalisi mengusung calon wali kota dan wakil wali kota Palu, yaitu DPIP, PAN, Perindo dan Demokrat sendiri. Namun Demokrat menyerahkan semunya kepada kandidat yang mengawinkannya sebagaimana diperintahkan dalam surat tugas.

Terkait posisi calon wakil wali kota Palu, Hidayat Pakamundi berharap kader partai Demokrat menjadi pendamping Hidayat selaku petahana.

“Kita tahu pak Hidayat berlatar belakang birokrat, sehingga kami berharap pendampingnya dari politisi yang merupakan kader partai Demokrat,” ujar Hidayat Pakamundi.

Kepada Metrosulawesi, Hidayat Pakamundi mengakui saat ini Habsa Yanti Ponulele yang dikabarkan menjadi pendamping Hidayat sudah menjadi kader Demokrat.

“Sekarang Ibu Habsa sudah menjadi anggota partai Demokrat. Sesuai komunikasi saya, ibu Habsa sudah memiliki KTA Demokrat,” tutur Hidayat.

Sementara itu, terkait bergabungnya hidayat ke PDIP, Ketua DPD PDIP Sulteng, Muharram Nurdin tidak berkomentar banyak. Walaupun Hidayat sudah mengantongi KTA PDIP, tetapi belum dikatakan sebagai kader partai, karena menjadi kader partai harus melalui pelatihan.

“Kalau anggota partai iya, kader belum. Karena kader itu melalui pelatihan. Berbeda kalau memiliki jabatan di partai, sudah pasti menjadi kader. Tapi kader dan anggota sama-sama mempunyai hak dan kewajiban,” kata Muharram.

Berkaitan dengan surat rekomendasi, Muharram belum memberi penjelasan, karena rekomendasi menjadi kewenangan DPP. Tetapi mengingat waktu pendaftaran semakin mepet, kemungkinan rekomendasi untuk seluruh calon kepala daerah dikeluarkan pada awal Juli mendatang.

“Yang jelas rekomendasi itu urusan DPP,” tegasnya.

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas