Home Palu

Aplikasi JKN Mobile Bisa Berfungsi sebagai Kartu

99
BICARA JKN MOBILE - Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Palu, Wahida memberikan penjelasan saat media gathering dengan sejumlah awak media, Kamis 25 Juni 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)
  • Peserta Makin Mudah Akses Layanan BPJS Kesehatan

Palu, Metrosulawesi.id – Peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kini semakin mudah mengakses semua layanan. Tidak perlu lagi banyak berinteraksi langsung di Kantor BPJS Kesehatan, cukup menggunakan aplikasi di telepon pintar.

Pihak penyelenggara jaminan kesehatan itu telah meluncurkan berbagai aplikasi beserta fiturnya untuk mempermudah interaksi dan layanan program kepada peserta. Sebut saja aplikasi Mobile JKN, Chika dan Vika.

Menurut Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Kota Palu, Muhammad Arbi, kini aplikasi JKN Mobile telah tersedia di playstore dan dapat di-download di android. JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) Mobile merupakan aplikasi dengan berbagai fitur untuk mempermudah pelayanan peserta.

Salah satu fungsi aplikasi ini untuk melihat status kepesertaan, misalnya aktif atau tidaknya status kepesertaan peserta BPJS Kesehatan. Bahkan untuk mendaftar kepesertaan baru pun bisa menggunakan aplikasi ini.

“Bisa cek tagihan PBPU (pekerja bukan penerima upah). Bisa menyampaikan pengaduan pelayanan, termasuk mengadukan fasilitas kesehatan,” ungkap Arbi menjelaskan beberapa manfaat menggunakan aplikasi JKN Mobile saat melakukan media gathering dengan sejumlah awak media, Kamis 25 Juni 2020.

Dengan menggunakan aplikasi ini, peserta bahkan tidak perlu takut ketika lupa membawa kartu kepesertaannya saat ingin menggunakan fasilitas kesehatan di rumah sakit. Sebab ada fitur kartu peserta digital yang juga disediakan di aplikasi tersebut.

Selain itu ada juga layanan berbasis digital yang diberi nama Chika yang merupakan singkatan dari Chat Asistant JKN. Aplikasi ini lebih kepada layanan melalui pesan singkat di aplikasi Whatsapp maupun Telegram. Peserta dapat memanfaatkan fitur ini untuk bertanya bahkan mengadukan berbagai hal melalui pesan Whatsapp yang akan dijawab oleh robot secara otomatis.

Kemudian ada pula layanan Vika, akronim dari kata Voice Interaktif JKN. Melakui layanan digital ini, peserta dapat berkomunikasi dan mengadukan atau mendapatkan informasi terkait BPJS Kesehatan melalui sambungan telepon.

Menurut Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Palu, Wahida, aplikasi dan layanan berbasis digital tersebut telah dibuat oleh BPJS Kesehatan sebelum ada pandemi virus Corona. Fungsinya untuk mempermudah peserta mengakses layanan BPJS Kesehatan.

Namun, dengan kondisi adanya pandemi saat ini aplikasi dan layanan berbasis digital tersebut jauh lebih dibutuhkan untuk mengurangi interaksi langsung antara petugas di kantor BPJS Kesehatan dengan peserta.

“Itu adalah upaya-upaya yang tengah kota intensifkan, terutama di tengah pandemi,” ujar Wahida.

Untuk diketahui, sekitar 65 persen warga di Sulawesi Tengah telah memiliki kartu JKN, sementara untuk Kota Palu sebanyak 95 persen warga sudah memiliki kartu jaminan kesehatan tersebut.

Dari jumlah persentase tersebut, sebanyak 65 persen warga kepesertaannya dibiayai oleh pemerintah. Baik melalui APBN maupun APBD.

Meski demikian, jumlah peserta mandiri yang melakukan penunggakan iuran kepesertaan di Sulawesi Tengah juga cukup tinggi. Angka penunggakan iuran BPJS Kesehatan di Sulawesi Tengah mencapai Rp9,4 miliar.

Penunggakan terbanyak terjadi di Kota Palu. Bahkan ada peserta BPJS Kesehatan yang melakukan penunggakan hingga 3 tahun.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas