Home Sulteng

1.913 Pekerja Pariwisata di Sulteng Dapat Bantuan

72
BANTUAN PARIWISATA - Kadis Pariwisata Sulteng, Drs I Nyoman Sriadijaya MM (ketiga dari kiri) didampingi diwakili Asisten Administrasi Umum, Hukum & Organisasi, Mulyono Sek MM saat acara penyerahan bantuan di Palu, Kamis 25 Juni 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah pelaku dan pekerja di bidang pariwisata di Sulteng mendapat bantuan bahan lauk siap saji (Balasa) dari Kemenparekraf. Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis di Gedung Jodjokodi Convention Centre, Kamis 25 Juni 2020.

“Bantuan ini sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf kepada para pekerja parekraf di Sulawesi tengah pada masa pandemi Covid-19 ini,” kata Kadis Pariwisata Sulteng, Drs I Nyoman Sriadijaya MM saat memberikan sambutannya pada acara itu.

Hadir pada kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi & Regulasi, Ari Juliano Gema SH, Gubernur Sulteng diwakili Asisten Administrasi Umum, Hukum & Organisasi, Mulyono Sek MM dan sejumlah pejabat terkait.

I Nyoman dalam laporannya mengatakan, pelaku dan pekerja usaha di bidang pariwisata & ekraf yang terdampak Covid-19 di Sulteng sebanyak 1.913 orang. Ke-1.913 orang itu sudah diusulkan ke Kemenparekraf untuk mendapatkan bantuan.
“Bersyukur dapat disetujui dan bantuan tersebut sekarang sudah berada di tengah-tengah kita,” kata Kadis I Nyoman.

I Nyoman mengatakan, Balasa yang diberikan itu sudah siap didistribusikan ke kebupaten dan kota. Untuk mempermudah distribusi, teknisnya akan dilakukan dalam empat claster.

Bahan siap saji itu tersebut semuanya berasal dari pelaku usaha ekraf yang ada di Kota Palu.

“Ini dimaksudkan untuk menggeliatkan usaha ekraf di Kota Palu khususnya. Hanya saja kardus atau packingnya saja dikirim dari Kemenparekraf,” katanya.

Ke-1.913 para pekerja/pelaku pariwisata itu tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Yakni: Palu 980 orang, Sigi 246, Tojo Unauna 166, Poso 104, Tolitoli 90, Banggai Laut 83, Buol 68, Banggai Kepulauan 42, Banggai 33, Parigi Moutong 52 Donggala 14 dan Morowali lima.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas