Home Palu

Penyemprotan dan Posko Kelurahan Harus Dioptimalkan

52
PIMPIN RAKOR - Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) membahas hasil evaluasi penanganan dan pencegahan Covid-19 yang diselenggarakan Dinkes Kota Palu beberapa waktu lalu. (Foto: Humaspemkot

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si, mengatakan, meski telah memasuki era new normal life, namun beberapa program pencegahan penyebaran Covid-19 Pemerintah Kota Palu harus tetap dilaksanakan.

“Posko Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 kelurahan/kecamatan tetap berjalan, serta penyemprotan disinfektan zona rawan Covid 19 juga tetap dilaksanakan. pondok perawatan bagi OTG dan ODP juga tetap dilaksanakan secara optimal. Mohon pelaksanaan surveillance dari Dinkes Palu juga lebih dioptimalkan,” kata Hidayat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) membahas hasil evaluasi penanganan dan pencegahan Covid-19 yang diselenggarakan Dinkes Kota Palu beberapa waktu lalu.

Hidayat juga mengatakan  bahwa Pos Lapangan Pemeriksaan Kesehatan di pintu masuk Kota Palu tetap dilaksanakan,  dan mewajibkan setiap pelaku perjalanan menunjukkan atau membawa hasil rapid test non reaktif yang masih berlaku selama lima hari dari daerah asal keberangkatan.

“Bagi pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukkan hasil rapid test, maka akan dikembalikan ke daerah asal,” tegasnya.

Terkait dengan rencana pelaksanaan pelonggaran  kegiatan perekonomian masyarakat (pasar, warung makan, restaurant, warkop, took, dan UMKM), dengan memperhatikan surat edaran menteri kesehatan RI no HK.02.01/Menkes/335/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease 2019 (covid 19), maka  kegiatan usaha perekonomian masyarakat serta pelaku usaha jasa industri pariwisata dan toko diberi kelonggaran dengan ketentuan, yakni mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan Covid19, konsumen dan produsen/pelaku usaha wajib menggunakan masker, menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, wajib menyiapkan bilik disinfektan bagi pelaku usaha jasa industri pariwisata dan pasar modern. Bagi warung makan, warkop, cafe, restoran dan usaha jasa makanan lainnya dalam menyiapkan meja dan kursi wajib menjaga jarak sesuai protokol Covid-19.

“Bagi warga masyarakat Kota Palu yang melakukan perjalanan ke luar daerah tidak dipungut biaya rapid test dengan ketentuan, khusus untuk keperluan urgen (penting) yaitu, menghadiri kedukaan keluarga inti  (suami, istri, bapak/ibu kandung dan anak kandung), menjenguk keluarga inti yang sakit keras  (suami, istri, bapak/ibu kandung dan anak kandung). Dalam mengahdiri hal itu, Pelaku Perjalanan wajib menunjukkan surat keterangan dari puskesmas/rumah sakit daerah tujuan.”

Pemeriksaan rapid test dilakukan oleh RSU Anutapura Palu. Alat rapid test yang disiapkan pemerintah Kota Palu  maksimal 1.000 pcs.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas