Home Ekonomi

Nilai Manfaat Jangka Panjang Investasi Emas

105
ILUSTRASI - Emas. (Foto: Istimewa)

Laporan: Fikri Alihana

BANYAK orang yang menilai emas sebagai instrumen investasi mudah. Tak heran jika barang tersebut menjadi favorit sepanjang masa. Prinsip investasi klasik itu pun sederhana saja, cukup membeli ketika harga turun, jual kembali saat harga sedang naik.

Ditambah lagi dengan simpan emas lebih dari 2 tahun akan membantu untuk memperoleh imbal hasil menguntungkan di kemudian hari.
Keuntungan itu menjadikan emas populer sebagai salah satu pilihan utama investasi jangka panjang khususnya di PT Pegadaian Persero.

Pasalnya, harga emas batangan per 1 gram tergantung pada situasi perekonomian terkini. Kebanyakan orang membeli logam mulia dengan menabung terlebih dulu beberapa waktu. Kemudian membeli emas batangan setelah dana mencukupi.

Memang terkesan kurang efisien jika diperhatikan. Apalagi, dana tabungan mungkin terpakai sewaktu-waktu untuk kebutuhan darurat seperti kondisi saat ini. Tetapi sesuai namanya, nasabah bisa membeli emas secara mencicil dengan nominal tertentu. Bahkan, di Pegadaian dipastikan akan dapat menabung emas mulai puluhan ribu.

Demikian disampaikan langsung Kepala Pegadaian Cabang Talise, Nurmubin Husin kepada Metrosulawesi, belum lama ini. Menurutnya, di masa pandemi Covid 19 saat ini banyak masyarakat yang terdampak. Namun, tidak untuk investasi emas yang hingga kini belum berpengaruh terhadap nasabah penabung.

“Kondisi ekonomi sekarang ini tidak menentu, otomatis kita kembali lagi melihat dari sisi investasi maupun kebutuhan pokok masyarakat. Kalau tujuan dari pola untuk jangka panjang pastinya investasi bisa dilakukan kapan saja, mau dalam kondisi pandemi atau bukan itu tidak pengaruh sama sekali dan akan memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Berkenan dengan itu, dirinya mengakui untuk waktu membeli emas sebaiknya pada saat mempunyai uang. Menurutnya, walaupun harga emas turun tetapi masyarakat tidak melakukan pembelian sama saja dengan tak ada gunanya. Sedangkan, Pegadaian banyak memiliki fasilitas produk tabungan emas.

“Fitur-fiturnya tinggal dipilih ada sistem tunai kalau nasabah tidak mau mengangsur, begitu sebaliknya bila nasabah lebih nyaman menyicil kami juga sediakan dan meskipun harga emas mengalami fluktuasi, biaya angsuran tidak berubah hanya Rp73.500 per bulan dalam jangka waktu setahun,” katanya.

Menurutnya, untung atau rugi berinvestasi di masa pandemi itu tergantung penabung. Kemudian, di sisi lain secara fleksibel nasabah yang melakukan pelunasan akan mendapatkan diskon. Sementara itu, untuk saat ini harga emas mulia 1 gram secara tunai di Pegadaian sekitar Rp923 ribu. Sedangkan, uang muka hanya sekitar Rp188.450,00

“Jadi bisa dibilang dari penghasilan rutin kita setiap bulannya tinggal berapa persen yang diinvestasikan ke emas. Intinya kita harus memahami betul terlebih dahulu manfaat terkait investasi itu sendiri. Apalagi Pegadaian menghitung kenaikan harga emas 15 sampai 22 persen dan tergantung jumlah kepingan yang kita butuhkan,” ucapnya. (**)

Ayo tulis komentar cerdas