Home Palu

Deksametason Bisa Turunkan Imunitas

45
Fauzi Ferdiansyah. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Fauzi Ferdiansyah, mengatakan deksametason yang sempat viral bukan obat untuk penanganan virus corona (Covid-19).

“Sampai saat ini belum terdapat obat yang spesifik untuk Covid-19, walaupun beberapa telah dipergunakan untuk penanganan sebagai obat uji. Deksametason untuk tujuan pencegahan saja tidak bisa digunakan,” ungkap Fauzi kepada awak media di kantornya, Selasa, 23 Juni 2020.

Dia mengungkapkan sejatinya fungsi obat deksametason untuk penanganan penyakit malaria. Namun demikian, diakui deksametason membawa dampak baik saat dikonsumsi pasien virus corona yang dalam kondisi berat.

Ini berdasarkan hasil penelitian Universitas Oxford terkait penggunaan deksametason menunjukkan penurunan kematian hanya pada kasus pasien Covid-19 yang sudah dibantu ventilator (alat bantu pernapasan). Sebaliknya, deksametason tidak bermanfaat untuk kasus Covid-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit.

Dikatakan, deksametason adalah golongan steroid masuk sebagai obat keras yang sudah terdaftar di Badan POM RI. Karena tergolong obat keras, penggunaannya harus dengan resep dokter dan dibawah pengasawan.

“Apabila deksametason digunakan tanpa indikasi medis dan tanpa resep dokter, maka dalam jangka waktu panjang bisa mengakibatkan efek samping menurunkan daya tahan tubuh (imunitas), meningkatkan tekanan darah, diabetes, moon face, dan masking effect, serta efek samping lain yang berbahaya. Jadi dampak paling bahaya itu kalau imun turun mudah terjangkit virus-virus,” ujar Fauzi.

Badan POM kata Fauzi terus memantau dan menindaklanjuti hasil penelitian serta informasi yang ada terkait penggunaan imunitas untuk penanganan Covid-19. Upaya yang dilakukan melakukan komunikasi dengan profesi kesehatan terkait seperti WHO dan badan otoritas negara-negara.

Kepada masyarakat Sulteng, BPOM Palu meminta agar tidak membeli deksametason secara bebas tanpa resep dokter. Untuk penjualan deksametason dan obat keras lainnya, termasuk melalui online tanpa resep dokter dapat dikenakan sanksi sesuai kententuan hukum yang berlaku.

“Yang paling kami khawatirkan penjual obat di warung-warung, karena kalau apotek mereka sudah tahu dan terikat sumpah profesi. Jadi hampir tidak mungkin apoteker menjual deksametason  dan obat keras lainnya secara bebas,” pungkas Fauzi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas