Home Politik

Pilgub Sulteng Akan Berlangsung Sengit

115
Dr Irwan Waris. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar pada 9 Desember mendatang. Untuk Sulawesi Tengah, salah satu Pilkada yang cukup menyita perhatian yaitu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub).

Menurut Pengamat Politik Universitas Tadulako, Dr Irwan Waris, persaingan Pilgub Sulteng akan berlangsung sengit, mulai dari merebut partai pengusung sampai memenangkan suara rakyat. Itu karena tiga pasang bakal calon gubernur-wakil gubernur yang sudah mengemuka yakni Rusdi Mastura-Ma’mun Amir, Anwar Hafid-Sigit Purnomo Said, dan Moh Hidayat Lamkarate-Bartholomeus Tandigala, dalam posisi sama-sama kuat.

Partai politik (parpol) pemilik kursi di Sulteng akan tersebar ke tiga pasangan calon tersebut. Ini dikuatkan karena masing-masing kandidat memiliki partai atau hubungan erat ke sejumlah parpol.

“Saya melihat partai-partai juga akan dibuat bingung untuk menentukan calon yang mau diusung karena yang muncul ini elite-elite terbaik,” ujar Irwan, Ahad, 21 Juni 2020.

Rusdi Mastura-Ma’mun Amir, Anwar Hafid-Sigit Purnomo Said, dan Moh Hidayat Lamkarate-Bartholomeus Tandigala, dinilai para pemuncak terbaik dari yang paling terbaik. Diyakini, tidak akan ada lagi bakal calon yang muncul untuk memperebutkan kursi pengganti kepemimpinan Longki Djanggola.

“Memang sempat muncul pasangan Nurmawati Bantilan, tapi partai sekarang sudah selektif menentukan calon yang akan diusung. Sekarang diukur dari finansial dan kepopuleran (elektabilitas). Jadi tidak relevan lagi finansial semata atau sebaliknya. Makanya hampir bisa dipastikan hanya tiga pasangan saja di Pilgub Sulteng, kecuali ada hal yang luar biasa,” ucap Irwan.

Tiga pasangan bakal calon dikatakan memiliki paket lengkap mulai dari keterwakilan wilayah sampai kepopuleran. Rusdi yang akrab disapa Cudy, memilih pasangan yang tepat mewakili Lembah Palu, Sulawesi Tengah bagian utara dan Banggai Raya, Sulteng bagian Timur dan Selatan.

Untuk Anwar Hafid akan disokong oleh kepopuleran Sigit alias Pasha semasa berkarier sebagai vokalis Band Ungu. Pasha akan meraup suara besar dari kalangan millenial sebagai pemilih pemula. Itu karena kecenderungan kalangan millenial dalam menetapkan pilihan berdasarkan tingkat popularitas kandidat peserta Pilkada.

Hal serupa juga dimiliki pasangan Hidayat dan Bartholomeus yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat. Untuk masyarakat Kota Palu, Parigi Moutong, dan Banggai bersaudara, kepopuleran Hidayat tidak kalah dari Cudy.

“Sehingga menurut saya, yang akan menjadi pemenang di Pilgub, mereka yang bisa memanfaatkan isu-isu sensitif seperti pembangunan dan isu-isu yang menjadi perhatian rakyat,” ungkap Irwan.

Hanya saja, pasangan calon tidak bisa lagi sekadar menjual bualan semata yang membuat rakyat muak. Gagasan yang diusung harus benar-benar masuk ke jantung rakyat agar bisa mendapat simpati.

“Pada intinya, saya melihat, nanti perolehan suara dari masing-masing calon tidak akan berbeda jauh. Persaingan suara akan sangat ketat, berbeda tipis-tipis saja,” pungkas Irwan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas