Home Parigi Moutong

Banjir Genangi Rumah Warga dan Persawahan di Tolai

123
Luapan air menutupi ruas jalan Trans Sulawesi di Desa Tolai, kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (24/06/2020) malam. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Rabu (24/06/2020) sore hingga malam, menyebabkan beberapa titik terendam banjir.

Dari beberapa wilayah yang berdampak diguyur hujan, Desa Tolai, Kecamatan Torue,  yang terendam banjir. Sejumlah rumah warga, persawahan dan jalan Trans Sulawesi terendam banjir setinggi lutut kaki orang dewasa.          

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Parimo, Tri Nugrah, mengungkapkan, banjir yang menggenangi rumah warga, persawahan hingga menutupi ruas jalan Trans Sulawesi, merupakan kejadian ketiga kalinya.

Dikatakan Try, banjir disebabkan saluran air tidak dapat menampung air curah hujan yang deras, sehingga air meluap menggenangi rumahrumah warga, bahkan persawahan yang ada di Desa Tolai.

“Hujan dari sore cukup deras, saluran air tidak mampu menampung,  ditambah lagi ada penyempitan pada saluran air, akibat kayu pohon yang terbawa banjir,’’ jelas Try kepada Metrosulawesi.id.

Lebih jauh Try menuturkan, mengantisipasi makin tingginya lupan air, pihak BPBD langsung menurunkan alat berat ke lokasi banjir. Pembersihan kayu yang menghambat di saluran air, agar air tidak terlalu besar naik ke badan jalan,’’ jelasnya.

Pihaknya menambahkan,  banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi, juga melanda Desa Purwosari di Kecamatan Torue, dan Dersa Sausu Piore, Kecamatan Sausu.

‘’Memang ada beberap desa yang terendam banjir, namun focus penanganan awal dilakukan di Desa Tolai. Sebab, Desa Tolai merupakan trans Sulawesi yang banyak dilalui kendaraan,’’ urai Try sembari menambahkan kendaraan dari arah Kabupaten Poso dan arah Parimo terhenti lantaran tidak bisa melintasi ruas jalan yang terendam banjir.  

Belum diketahui jumlah rumah warga berdampak genangan banjir, termasuk persawahan milik warga. Pihak aparat desa masih membantu warga yang rumahnya terendam banjir untuk mengungsi.  (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas