Home Hukum & Kriminal

Kasus Jembatan IV Naik ke Penyidikan

156
Kondisi Jembatan Palu IV yang ambruk setelah diguncang gempa dan diterjang tsunami pada 28 September lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Kejati Masih Dalami Siapa Yang Bertanggung Jawab

Palu, Metrosulawesi.id – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menaikkan status kasus pembayaran utang Jembatan IV ke penyidikan. Kabarnya, untuk kepentingan penyelidikan, Kejati sudah meminta keterangan sebanyak 39 saksi.

Kepala Kejati Sulteng, Gerry Yasid SH MH, melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Edward Malau SH MH menerangkan, sejak informasi dugaan kasus itu merebak ke publik, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melalui Kejati Sulteng telah turun melakukan penyelidikan.

“Baru-baru ini sudah kita tingkatkan ke tahap penyidikan. Namun masih penyidikan umum, dimana kami masih akan mendalami siapa-siapa yang harus bertanggung jawab baik secara hukum maupun pidana,” ungkapnya kepada Metrosulawesi ditemui di ruang kerjanya, Jumat 19 Juni 2020 lalu.

Edward menerangkan, kasus dugaan korupsi itu sejatinya lebih pada pembayaran eskalasi oleh Pemerintah Kota Palu kepada PT Daya Global Mandiri (GDM), selaku rekanan pelaksana pembangunan jembatan Palu IV atau yang disebut Jembatan Kuning.

“Sebelum kita naikkan ke penyidikan, di penyelidikan kemarin penyidik sudah memeriksa sebanyak 39 orang saksi. Tidak menutup kemungkinan dari para saksi itu bisa saja ada yang jadi tersangka,” sebutnya lagi.

Lebih jauh dikatakan Edward sapaan akrab mantan Kejari Samosir ini, ke-39 orang yang telah menjalani pemeriksaan di penyidik antara lain beberapa Anggota DPRD Kota Palu yang diduga punya keterkaitan dalam kasus itu, dan beberapa pihak terkait lagi.

“Untuk dugaan kerugian negara dalam kasus ini, masih akan dilakukan pemeriksaan dan perhitungan. Yang jelas dugaan korupsi itu sudah di penyidikan umum, bagaimana pekerbangan selanjutnya akan dikabari,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus jembatan yang telah rubuh akibat gempa bumi 28 September 2019 lalu itu, sempat heboh karena adanya dugaan suap yang melibatkan sejumlah anggota DPRD Kota Palu.

Reporter: Sudirman
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas