Home Palu

Tiga Program Unggulan Dukung GMGM

52
Asrianti. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Duta Baca Provinsi Sulawesi Tengah, Asrianti, bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Daerah (Dispusarda) Sulteng mengeluarkan terobosan baru untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Sulteng.

“Saat ini Duta Baca bersama Dispusarda telah bersiap meluncurkan beberapa program yang secara konsisten dapat mendukung program Gerakan Masyarakat Gemar Membaca (GMGM), program itu ada tiga unsur yakni, pertama, Duta Baca Memilih, kedua, Penyebaran Bahan Bacaan sesuai nomenklatur yang dibutuhkan, ketiga, Talk Show Literasi,” kata Asrianti, melalui ponselnya, belum lama ini.

Selain itu, kata Asrianti, ada juga beberapa program lainnya yang dapat meningkatkan budaya gemar membaca masyarakat di Sulawesi Tengah.

“Membaca buku adalah menyelami pikiran-pikiran yang beku, olehnya, saat ini perlu diserukan mari membaca agar tak saling cerca,” ungkapnya.

Asrianti mengatakan, literasi yang rendah menjadi salah satu akar permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Apalagi masa pandemi saat ini tak jarang membuat kita saling salah menyalahkan satu sama lain, dengan saling menuding pihak A dan pihak B atas maraknya penyebaran Covid-19. Untuk itu,  masyarakat diharap tetap tenang menanggapi berita dan informasi hoax ini, sehingga terciptanya masyarakat literat,” ujarnya.

Kata dia, upaya menciptakan kesadaran masyarakat tentang peranan membaca di tengah pandemi diperlukan sebagai tali kendali.

“Banyak yang bertanya apa peranan peningkatan minat baca masyarakat di tengah pandemi ini?, inilah salah satu ciri dari masyarakat kita belum literat. Membaca itu perlu ditempatkan pada posisi dan kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan kita,” katanya.

Bahkan kata Asrianti, saat ini membaca merjadi kebutuhan primer bagi masyarakat yang ingin maju.

“Karena dengan membaca kita dapat menyikapi dengan bijak tentang berita Covid-19 yang mencemaskan hampir setiap saaat diterima melalui media sosial,” ungkapnya.

Kata diaAsrianti, melalui membaca, ragam pengetahuan dapat diperoleh, misalnya tentang meramu minuman yang dapat meningkatkan sistem imun, atau memahami protokol keluar rumah dan di tempat keramaian.

“Selain itu, dengan tetap di rumah, kita dapat bertamasya dan berpetualang menelusuri isi bacaan. Ketika orang-orang menjauhkan diri dengan orang lain (physical atau social distancing),” ujarnya.

Asrianti mengatakan, banyak bacaan yang disediakan oleh Perpustakaan Nasional RI untuk memenuhi dahaga ilmu. Perpustakaan bergerak bersamam, saling berbagi setiap koleksi di iPusnas dan e-resources-nya yang menyediakan beragam ilmu pengetahuan.

“Hasil dari membaca ialah berbagai faedah dan manfaat yang akan diperoleh si pembaca itu sendiri,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas