Home Ekonomi

Pendapatan Bakso Keliling Lamin Anjlok 50% Akibat Covid

91
PENDAPATAN ANJLOK - Lamin, penjual bakso keliling yang menjajakan dagangannya di Kota Palu yang rela berjalan kaki puluhan kilometer demi meraup penghasilan ditengah kondisi ekonomi meredup. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Laporan: Fikri Alihana

SIANG itu, di salah satu jalan di Kota Palu, tampak seorang pria paruh baya sedang beristirahat sejenak untuk sedikit menghilangkan rasa lelah. Dari raut wajahnya terlihat murung meratapi dagangannya yang belum laku terjual.

Lamin, begitu sapaan akrab yang sehari-hari menjajakan bakso keliling hingga puluhan kilometer di Kota Palu. Pria asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini sudah terbilang cukup lama berada di tanah rantau.

Dirinya mengaku mulai menginjakan kaki di Kota Palu sejak tahun 1990. Suka maupun duka ia rasakan hingga saat ini. Profesi yang dijalankan hingga sekarang ini juga sudah lama.

“Saya ngekos di sini dan berpindah-pindah, terakhir saya tinggal di Jalan Sutomo. Saya juga berjualan keliling sampai di Poboya dan Kawatuna BTN Korpri,” tuturnya.

Sementara itu, dirinya mengatakan setiap hari melakukan aktivitas mulai pukul 11.00 siang hingga 02.00 malam dengan berjalan kaki. Diungkapkannya, sebelum adanya corona pendapatan yang diraupnya bervariatif dan paling banyak sekitar Rp1,8 juta per hari.

“Penghasilan semakin hari menurun sejak adanya wabah virus Corona. Tapi, demi kebutuhan anak dan istri di Jawa, saya rela berjualan ditengah masa pandemi,” ungkapnya.

Bapak tiga anak ini, memutuskan keluar rumah untuk berjualan bakso setelah sebulan bertahan tinggal di rumah. Lamin menuturkan, selama tinggal di rumah, dirinya hanya mengandalkan uang tabungan dari penghasilan berjualan bakso.

“Disuruh tinggal di rumah karena ada corona. Tapi sudah sebulan tidak jualan. Hasilnya malah turun mau makan apa orang di rumah, jadi saya paksa untuk jualan,” kata Lamin saat berbincang dengan Metrosulawesi, Jumat siang.

Di gerobak jualannya, Lamin juga menyediakan tempat cuci tangan bagi para pembeli. Hal itu, menurutnya demi menjaga kebersihan dan mematuhi himbauan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Menurut Lamin, dirinya juga merasa khawatir terhadap wabah Corona yang tengah menghantui saat ini. Namun, kekhawatiran itu harus dikubur dalam-dalam karena alasan ekonomi. Baginya, asap dapur lebih penting mengepul dari pada ancaman virus yang tak jelas wujudnya.

“Saya berharap mudah-mudahan cepat pulih lagi dan pemerintah bisa mengatasi perekonomian kembali berjalan normal,” harapnya. (**)

Ayo tulis komentar cerdas