Home Hukum & Kriminal

4 Pelaku Penganiayaan Berujung Maut Sesali Perbuatannya

75
JALANI SIDANG - Ke empat pelaku penganiayaan berujung mau saat menjalani sidang di PN Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)

Palu, Metrosulawesi.id – Terdakwa Mardan Matojo, Muhammad Rifain Mz Toana, Agi Pratama dan terdakwa Ruslan, selanjutnya akan menjalani sidang dengan agenda penuntututan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ke empat terdakwa ini merupakan terdakwa kasus penganiayaan terhadap dua korban Nizam dan Aldi yang merupakan terduga pelaku pencurian handpone. Penganiayaan yang dilakukan para terdakwa itu  terjadi di kota Palu beberapa waktu lalu, dan salah satu dari korban atau terduga pelaku pencuri itu yakni Nizam harus meregang nyawa.

Keempatnya baru-baru ini menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Sidangnya dipimpin ketua majelis hakim Marliyus SH MH yang merupakan ketua Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu.

Ternyata di persidangan, dari keempat terdakwa hanya terdakwa Ruslan lah yang tidak sempat memukuli korban pelaku pencuri atas nama Nizam yang akhirnya meregang nyawa.

“Saya hanya memukuli Aldi yang mulia, kalau Nizam (Almarhum) saya tidak pernah memukulnya. Yang memukulnya tiga teman saya,” sebut Ruslan dipersidangan, dibenarkan ke tiga terdakwa lainnya.

Ruslan hanya mengaku menganiaya Aldi, rekan Nizam. Meski begitu, keempat terdakwa itu mengakui perbuatannya yang telah melakukan penganiayaan. “Kami menyesal yang mulia,” tutur ke empat terdakwa.

Marliyus saat itu, memberikan nasehat kepada ketiganya, bahwa untuk memberikan ganjaran tidaklah demikian sampai korban harus meregang nyawa. Harga hanpone yang dicuri tidak seberapa dari harga nyawa.

“Harga nyawa itu tidak ternilai. Kamu juga saat itu tidak dalam keadaan mabuk sebaliknya dalam keadaan sadar. Artinya kami itu benar-benar keji, tentu korban sudah minta minta ampun saat itu,” tutur Marliyus sembari mengingatkan jika setelah bebas nanti para terdakwa diharapkan untuk bisa menjadi orang yang memiliki rasa prikemanusian.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas