Home Sulteng

Sulitnya Menuntaskan Peti

89
RDP DENGAN DPRD - Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal (kanan) saat menghadiri RDP dengan anggota DPRD Sulteng di kantor DPRD, Kamis 18 Juni 2020. (Foto: Istimewa)
  • Kapolda Soroti Tatakelola Pertambangan di Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Pertambangan Tanpa Izin (Peti) yang sudah bertahun-tahun tidak tuntas di Sulawesi Tengah akhirnya dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Sulteng menghadirkan Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs Syafril Nursal, SH, MH, Plt Kepala Dinas ESDM Sulteng Elim Sombah dan perwakilan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulteng.

RDP yang digelar di ruang rapat utama DPRD Sulteng, Kamis 18 Juni 2020 membahas penyebab tidak tuntasnya Peti di Sulteng. Meskipun Sulteng kaya akan hasil tambang, sayangnya tidak bisa dinikmati masyarakat Sulteng.

Dalam RDP tersebut, Kapolda Sulteng menyoroti tatakelola pertambangan di Sulteng. Tatakelola ini menjadi instrumen susahnya penanganan pertambangan tanpa izin. Maka dari itu perlu dilakukan penataan yang benar, sehingga Sulteng yang kaya akan hasil tambang bisa dinikmati masyarakat.

“Sulteng ini sangat kaya dengan pertambangan, sayangnya emas yang di ujung mata tidak dinikmati masyarakat. Perlu perbaikan tatakelola pertambangan. Penindakan hanya bagian hilir dari pertambangan tanpa izin, tetapi tatakelola merupakan pangkal utamanya,” tegas Kapolda di hadapan rapat.

Kapolda mengakui berbagai tindakan sudah dilakukan aparat kepolisian dalam menertibkan pertambangan tanpa izin, bahkan beberapa sudah ditahan. Tetapi selesai operasi beberapa waktu kemudian aktivitas pertambangan kembali marak.

“Perlu pengelolaan yang benar untuk menyelesaikan persoalan ini,” tutur Kapolda.

Di hadapan wakil rakyat, Kapolda juga meminta agar pertambangan rakyat diperhatikan dan ditata dengan baik. Emas di depan mata tapi tidak bisa dinikmati.

Kapolda juga mendukung usulan Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira untuk membentuk tim gabungan dalam menyelesaikan persoalan pertambangan tanpa izin. Namun Kapolda menekankan pasca tim gabungan melakukan operasi, perlu dipikirkan langkah selanjutnya. Jangan sampai habis operasi di lapangan lalu dibiarkan begitu saja. Maka, masalah pertambangan tidak akan berakhir.
Dalam pertemuan itu juga, Kapolda menyoroti aktivitas pertambangan di poros Palu-Donggala. Kondisi dan cara penambangan galian tipe C sangat berbahaya, maka itu perlu diatur teknis penambangannya.

“Saya sudah keliling daerah pertambangan. Apa yang dilakukan di arah Palu-Donggala sangat berbahaya. Banyak material tumpah ke jalan. Dan itu bisa membahayakan warga,” tegas jenderal bintang dua ini.

Ketua DPRD Sulteng yang mengikuti rapat via meeting zoom, menyarankan agar DPRD mendorong pembentukan tim gabungan Peti ini. Banyak aspirasi yang diterimanya terkait maraknya pertambangan tanpa izin, selain merusak lingkungan juga sangat berbahaya bagi keselamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sulteng, Elim Sombah, menyampaikan saat ini sudah ada Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pertambangan rakyat. Pergub ini nanti menjadi acuan dalam menyusun daerah yang menjadi lokasi pertambangan rakyat.

Terkait aktivitas pertambangan di Dongidongi, Elim Sombah menegaskan agak sulit mengubahnya menjadi lokasi pertambangan rakyat, karena tempatnya berada di wilayah Taman Nasional Lore Lindu.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulteng Budi Luhur Larengi, menyoroti aktivitas pertambangan yang masih marak di Dongidongi, meskipun sudah ditutup tetapi masih banyak warga yang melakukan penggalian disana.

“Banyak laporan kepada kami kalau masih berjalannya penggalian emas di Dongidongi, diduga karena ada oknum aparat yang melindunginya. Ini harus ditindaki dengan tegas jika terbukti,” tegasnya.

Lanjut Budiluhur, jika dulu penambang melakukan pengggalian siang hari, kini kegiatan itu dilakukan di malam hari. Meskipun sudah ada pos pengamanan yang dibangun di pintu masuk lokasi, tetapi itu tidak berdampak, karena warga masih bisa beraktivitas.

“Ini terjadi diduga karena ada yang lindungi,” ujarnya.

Masih tingginya praktik penambangan di Dongidongi, RDP menyepakati akan dilakukan RDP khusus membahas pertambangan emas di Dongidongi, dengan mengadirkan seluruh pihak terkait.

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas