Home Banggai Kepulauan

Hakim Agung PK Bebaskan Sulaeman Husen

149
Sulaeman Husen. (Foto: Dok)
  • Mantan Ketua DPRD Bangkep yang Terjerat Korupsi SPPD Fiktif

Palu, Metrosulawesi.id – Peninjauan Kembali (PK) yang pernah dimohonkan terpidana kasus tindak pidana korupsi yakni mantan Ketua DPRD Banggai Kepulauan (Bangkep) H Sulaeman Husen SE MH, telah diputus oleh majelis hakim pada persidangan Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung (MA) RI.

Hasilnya, permohonan PK terpidana Sulaeman Husen dikabulkan. Amar putusan majelis hakim PK menyatakan bahwa terpidana tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan membebaskan terpidana dari seluruh sangkaan atau dakwaan  Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sulaeman Husen merupakan terpidana korupsi mengenai Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif tahun 2012/2013. Terpidana yang sedang menjalani hukum di Lembaga Pemasyarakatan (LP), mengajukan permohonan PK terhadap putusan kasasi MA Nomor : 916 K/PId.Sus/2017.

“Sebelumnya klien kami mengajukan PK terhadap putusan kasasi yang dimohonkan JPU. Isi pokok materi PK yang dimohonkan klien kami bapak Sulaeman Husen pada dasarnya mengenai kekhilafan majelis hakim agungyang memutus perkara di tingkat kasasi,” ujar Nasrul Jamaludin SH, penasehat hukum terpidana Sulaeman Husen, ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Kamis, 18 Juni 2020.

Ternyata hakim agung disidang PK sependapat dengan putusan hakim pengadilan tingkat pertama atau Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, yang awalnya memutus kalau terpidana Sulaeman Husen tidak bersalah dan membebaskannya.

“Jadi hakim agung yang menyidangkan permohonan PK ini sependapat dengan putusan PN Palu, sehingga membatalkan putusan Kasasi yang pernah dimohonkan jaksa dan juga dikabulkan. Yakni putusan kasasi Nomor : 916 K/PId.Sus/2017,” sebut Nasrul Jamaludin lagi yang saat itu baru saja selesai mengambil petikan putusan hasil PK.

Dalam amar putusan PK, selain dinyatakan tidak terbukti bersalah dan dibebaskan dari seluruh dakwaan, ketua majelis hakim agung yakni Dr H Suhadi SH MH yang memeriksa dan menyidangkan permohonan PK itu, juga menyatakan agar hak terpidana Sulaeman Husen dipulihkan dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat martabatnya.

Oleh karena itu sebagai penasehat hukum Nasrul Jamaludin berharap agar Jaksa Penuntut Umum segera membebaskan terpidana dari dalam tahanan, jika telah menerima petikasn putusan PK ini.

“Karena klien kami sudah jelas tidaklah bersalah sebagaimana putusan PK. Dan putusan ini tidak dapat lagi diganggu gugat karena telah inkracht. Kasihan akibat dugaan korupsi itu, klien kami sudah harus mengorbankan semuanya, termasuk harus menjalani hukuman kurang lebih setahun,” tandas Nasrul Jamaludin.

Sebelumnya pernah diberitakan, mantan ketua serta wakil ketua DPRD Banggai Kepulauan ini, terjerat kasus korupsi mengenai Surat Perintah Perjalan Dinas (SPPD) Fiktif tahun 2012/2013. Saat perkaranya berproses di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 50 juta subsidair 4 bulan kurungan, serta membayar uang penganti senilai Rp 1 miliar subsidair 1 tahun penjara.

Namun diproses akhir hakim PN Palu memutus membebaskan terdakwa karena tidak terbukti bersalah sebagaimana yang didakwakan JPU. Atas putusan PN Palu itu, JPU kemudian memohonkan Kasasi ke MA. Permohonan kasasi dari JPU selanjutnya dikabulkan. Hakim agung di tingkat kasasi memutus membatalkan putusan PN Palu, kemudian mengadili kembali dengan amar putusan menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan harus dipidana 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider 6 bulan kurungan, putusan kasasi yang lebih tinggi dari yang pernah dituntutkan JPU. Namun, selanjutnya Sulaeman Husen yang telah dieksekusi untuk menjalani hukuman tersebut melalui penasehat hukumnya kembali menyatakan sikap yakni mengajukan upaya hukum luar biasa berupa permohonan PK terhadap putusan kasasi. Permohonan PK terpidana ternyata dikabul. Itulah yang kini isi harus segera dijalankan JPU yakni membebaskan terpidana dari dalam tahanan.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas