Home Palu

Aristan-Wahyuddin Dialog Dengan Milenial Majelis Kopi

99
Calon Wali Kota Palu, Aristan, foto bersama daya milenial dengan Majelis Pencinta Kopi Kota Palu, Kamis (19/06/2020) malam. (Foto: Ist/ DPD Nasdem Palu)

Palu, Metrosulawesi.id –  Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Palu, Aristan – Wahyuddin, penuhi undangan kelompok milenial yang tergabung dalam Majelis Kopi Kota Palu, di Ruang Coffe, jalan Balai Kota Timur, Kota Palu, Kamis (18/06/2020) malam. 

Pasangan calon Wali Kota Palu, koalisi partai NasDem dan PKS ini, mengaku senang bisa bertemu dan berdiskusi bersama kelompok milenial yang tergabung dalam Majelis Pencinta Kopi Kota Palu. 

“Semalam, Saya bersama Ustad M. Wahyuddin bertemu dan berdiskusi semeja dengan teman-teman Milenial Majelis Pecinta Kopi Kota Palu. Isi cerita kami cukup menarik, mengupas perspektif milenial dalam kontestasi politik,” ungkap Aristan.

Dirinya bersama Ustad Wahyuddin, mengaku senang, ketika anak muda seperti mereka sudah mulai melek politik.

“Semakin mereka sadar akan pentingnya politik, semakin terarah jalan kemuliaan politik itu,” kata Aristan.

Aristan mengaku terkejut, ketika mereka bercerita tentang pemimpin yang sederhana dan bersahaja selama ini belum pernah mereka temui dalam kehidupan nyata.

“Dalam hati saya bergumam, mungkin yang mereka maksud adalah pemimpin yang elitis,” sebutnya.

Pantas saja, lanjut Aristan, mereka terkejut saat dirinya bersama ustadz Wahyuddin tiba memenuhi undangan mereka. 

“Elitisme itu, merupakan penyakit yang harus dicabut dari pemerintahan. Elitisme, sudah menjadi tradisi disetiap pemerintahan. Akibatnya, akses bagi keseluruhan orang tidak bisa didapatkan, maka yang timbul adalah ketidakadilan dan ketimpangan sosial,” sebut Aristan.

Aristan menyebut, anak-anak milenial ini butuh diberi edukasi politik. Mereka harus diajak dan diperlihatkan politik gaya baru. Bukan politik model lama sebagaimana yang mereka lihat selama ini. 

“Membongkar tradisi elitisme adalah tujuan paling mendasar membangun kota ini. Dengan begitu, kita mampu beranjak dari peradaban yang mensejahterakan segelintir orang menjadi peradaban mensejahterakan banyak orang,” tutup Aristan yang diamini Wahyuddin. (*)

Ayo tulis komentar cerdas