Home Palu

Tahun Akademik Baru, Untad Dipastikan Tetap Kuliah Daring

84
Untad. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof Dr Ir H Mahfudz MP memastikan perkuliahan di Universitas Tadulako (Untad) tahun akademik baru mulai Agustus mendatang tetap dalam sistem jaringan (daring).

Kepastian ini mengikuti surat edaran panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi corona virus disease (Covid-19) yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Senin, 15 Juni 2020.

Dengan adanya edaran tersebut, Rektor menuturkan kalender akademik dan proses pelaksanaan perkuliahan di Untad akan mengikuti keputusan Kemendikbud yang sudah dikeluarkan.

“Tentu kita merujuk pada edaran dari Kemendikbud, Untad selaku salah satu perguruan tinggi, mengambil kebijakan kuliah daring pada semester baru, sesuai dengan pedoman yang berlaku,” ungkap Prof Mahfudz.

Prof Mahfudz juga memastikan bahwa kebijakan kuliah daring sesuai dengan keputusan Mendikbud. Hal ini disesuaikan dengan penyebaran viru corona yang masih meningkat di sejumlah daerah.

“Ini yang kita patuhi dan jalankan sebagai kebijakan diseluruh perguruan tinggi,” pungkas Rektor.

Diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim telah mengumumkan pembelajaran di perguruan tinggi pada semua zona masih wajib dilaksanakan secara online sampai menunggu ada kebijakan lebih lanjut.

“Yang kita utamakan keselamatan, keselamatan adalah yang nomor satu. Saat ini perguruan tinggi masih melakukan secara online sampai ke depannya mungkin kebijakan berubah. Tapi sampai saat ini belum berubah, jadi masih melakukan secara daring. Itu adalah keputusan dari Kemendikbud saat ini,” ucap Nadiem dari Jakarta.

Dalam keputusan yang dikeluarkan, tahun akademik perguruan tinggi 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Agustus 2020, dengan pembelajaran pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring, baik mata kuliah teori maupun praktik.

“Keputusan ini diambil karena jenjang pendidikan tinggi mampu mengadopsi sistem perkuliahan jarak jauh, dengan lebih baik. Kendati demikian, ada perkecualian pada kegiatan-kegiatan prioritas yang dapat dilakukan secara tatap muka, antara lain penelitian,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas