Home Palu

Sekolah Diminta Segera Siapkan Wastafel

72
Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Disdikbud Palu Susun Protokol Pendidikan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, menegaskan kepada seluruh kepala sekolah agar segera menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, sebelum dimulainya pembelajaran tatap muka atau tatanan baru kehidupan.

“Kami terus mendorong sejumlah sekolah agar menyiapkan tempat cuci tangan (wastafel), kami tidak inginkan saat dibuka kembalinya pembelajaran tatap muka di sekolah, baru akan disiapkan westafel tersebut,” kata Ansyar, saat dihubungi Metrosulawesi, Rabu, 17 Juni 2020.

Menurut Ansyar, sejak Maret, mekanisme penggunaan dana BOS telah diubah, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengadaan sarana prasarana pendukung untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Perlu diketahui, bahwa syarat dibukanya kembali pembelajaran di sekolah, selain daerah zona hijau, juga dari sisi sarana dan prasarana. Untuk itu, sekolah harus ada wastafel cuci tangan minimal satu kelas satu wastafel,” ujarnya.

Selain itu, kata Ansyar, alat pengukur suhu badan (thermo gun) juga perlu disiapkan oleh sekolah. Bahkan jarak kursi siswa di kelas perlu diatur, karena nantinya saat siswa datang ke sekolah dibagi menjadi dua tahap.

“Kami juga berharap pihak sekolah dapat berkomunikasi dengan Puskesmas setempat. Semua hal ini harus kita pastikan, sebelum kita memulai yang namanya pembelajaran tatap muka ditatanan baru kehidupan,” ungkapnya.

Menurut Ansyar, berdasarkan keputusan pemerintah pusat melalui empat Menteri, yang boleh mengadakan pembelajaran tatap muka adalah daerah zona hijau. Namun hingga saat ini, menurut Gugus Tugas Nasional Kota Palu, Kota Palu  belum masuk kategori zona hijau.

“Akan tetapi, kami saat ini menyusun terlebih dahulu Standar Operasional Prosedur (SOP) atau protokol pendidikan untuk kesiapan masa tatanan baru kehidupan. Sehingga, ketika Kota Palu sudah zona hijau dan pemeritah sudah menyetujui dan orang tua sudah mengizinkan anaknya masuk kembali ke sekolah, baru kami akan laksanakan SOP ini,” ujarnya.  

Ansyar mengatakan, SOP yang disusun Disdikbud Palu akan disosialisasikan dulu kepada seluruh kepala sekolah, beserta warga sekolah, termasuk didalamnya guru, orang tua, komite. Setelah itu akan disimulasikan.

“Kita berharap sarana prasarana sekolah sudah siap. Terkait menuju tatanan normal baru di lingkungan sekolah, saya melihat dari ditingkat guru yang sudah siap, karena mereka telah menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan dan lainnya,” ungkapnya.

Namun kata Ansyar, yang masih kurang saat ini adalah sarana prasarana pendukung seperti wastafel, masih kurang sekolah menyiapkannya. Hal ini terlihat saat dirinya melakukan monitoring ke sekolah-sekolah beberapa waktu lalu.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas