Home Morowali

Enam ABK KM Narita Selamat

115
KM Narita yang karam dengan posisi miring. (Foto: Ist)
  • KM Narita Karam Dengan Posisi Miring

Morowali, Metrosulawesi.id – Enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Narita yang karam di perairan Bungku, Sulawesi Tengah, berhasil dievakuasi tim gabungan TNI-AL, Polairud dan Basarnas, Rabu (17/06/2020) malam.

Tim gabungan mengevakuasi keenam ABK di atas KM Narita sekitar pukul 22.30 Wita. Dan mereka langsung di Dengan dievakuasinya keenam ABK tersebut, jumlah pertemukan nahkoda kapal dan ABK lainnya di Kantor Sahbandar Morowali.

Salah satu petugas Sahbandar Morowali, Ruslan, menuturkan, nahkoda KM Narita beserta 13 ABK saat ini berada di Kantor Sahbandar Morowali.

‘’Tim gabungan TNI AL, Polairud dan Basarnas, mengevakuasi enam AKB yang ada di atas KM Narita. Praktis seluruh ABK dan nahkodanya dalam keadaan selamat dan kini berada di Kantor Sahbandar Marowali,’’ ujar Ruslan kepada Metrsosulawesi.id, Kamis (18/06/2020) siang.

Nahkoda KM Narita beserta ABK berada di Kantor Sahbandar Morowali. (Foto: Ist)

Menyangkut KM Narita, Ruslan mengatakan, tim gabungan masih fokus pada evakuasi terhadap awak kapal. Sedang KM Narita yang sudah karam belum dilakukan evakuasi.

‘’Kapalnya belum bisa dilakukan evakuasi karena  karam dan posisinya sudah miring. Tidak tahu kapan akan dilakukan mengingatkan cuaca masih ekstrim,’’ ujar Ruslan, sembari menambahkan di dalam KM Narita masih ada muatan bahan bangunan berupa semen yang belum sempat dibongkar di Pelabuhan Bungku.

Diberitakan sebelumnya, KM Narita yang berlabuh di Pelabuhan Bungku, terseret ke laut dan nyaris tenggelam lantaran diterjang badai, Rabu malam. Akibat hantaman angin dan ombak,  kapal miring dan nahkoda kapal beserta Anak Buah Kapal (ABK)  memilih terjun ke laut.

Nahkoda KM Narita, Ali Sadikin, mengungkapkan, saat diterjang badai,   tali jangkar di bagian depan dan belakang putus, dan kapal terseret menjauh dari dermaga.   Melihat kapal miring dan hampir tenggelam, sedikitnya delapan  ABK memilih terjun ke laut dan sisanya bertahan di atas kapal.

Kapal KM Narita sandar di Dermaga Bungku untuk menurunkan bahan bangunan semen sebanyak 700 Ton. Dan naas baru kurang lebih 200 Ton semen diturunkan, badai menyeret kapal menjauh dari dermaga.(*)

Reporter: Murad Mangge

Ayo tulis komentar cerdas