Home Morowali

Cuaca Ekstrim, KM Narita Nyaris Tenggelam

119
Nahkoda KM Narita, Ali Sadikin bersama ABK dievakuasi di Kantor Sahbandar Morowali, Rabu (17/06/2020) malam. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)
  • Delapan Terjun ke Laut, Enam Masih Tertinggal di Kapal

Morowali, Metrosulawesi.id – Kapal Motor (KM) Narita yang berlabuh di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, nyaris terbalik lantaran  diterjang badai, Rabu (17/06/2020) malam. Akibat hantaman angin dan ombak,  kapal miring dan Anak Buah Kapal (ABK)  memilih terjun ke laut.

Sedikitnya 14 orang yang berada di KM Narita saat badai menerjang perairan Bungku. Cuaca ekstrim berupa hujan yang disertai angin kencang melanda wilayah Bungku. Hujan yang disertai angin kencang, mengakibatkan KM Narita yang berlabuh tidak jauh dari pelabuhan Bungku oleng.

Nahkoda KM Narita, Ali Sadikin, mengungkapkan, saat diterjang badai, tali jangkar di bagian depan dan belakang putus, dan kapal terseret menjauh dari dermaga.   Melihat kapal miring dan hampir tenggelam, sedikitnya delapan  ABK memilih terjun ke laut dan sisanya bertahan di atas kapal.

‘’Ombak besar dan angin cukup kencang saat kejadian. Jumlah kami semuanya 14 orang. Delapan ABK  melompat keluar dari kapal. Masih ada enam orang  rekan saya berada dalam kapal,” ungkap Ali Sadikin ke Metrosulawesi.id.

Dijelaskan Ali, kapal berangkat dari pons Pelabuhan Niki, Provinsi Sulawesi Utara. Kedatangan KM Narita di Pelabuhan Bungku untuk menurunkan muatan  bahan bangunan berupa semen sebanyak 700 ton.

Kini Ali Sadikin  bersama tujuh ABK KM Narita sudah dievakuasi di Kantor Sahbandar Morowali. Tim gabungan terdiri dari TNI AL, Polairud, serta Basarnas saat berita diwartakan masih melakukan evakuasi terhadap ABK yang tertinggal di kapal. (*)

Reporter: Murad Mangge

Ayo tulis komentar cerdas