Home Sulteng

Rekam E-KTP Belum Dilayani

57
Abd Haris Yotolembah. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sulteng, Abd Haris Yotolembah, mengungkapkan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), perekaman E-KTP belum dilayani.

“Kalau perekemanan belum dilayani, kecuali tinggal mau cetak E-KTP,” ungkap Haris, Senin, 15 Juni 2020.

Dia menjelaskan keputusan menyetop layanan perekaman E-KTP dilakukan sejak awal pandemi Covid-19. Langkah tersebut untuk memutus matarantai penyebaran virus corona di Sulteng.

“Saat merekam E-KTP, jari harus ditempel ke alat perekam, tentu ini sangat berpotensi untuk penyebaran Covid-19, makanya disetop dulu perekaman,” jelas Haris.

Haris menambahkan pelayanan kependudukan yang lain sebagian sudah mulai dibuka di Dukcapil kabupaten/kota. Namun ada sebagian pelayanan tetap masih online sesuai kebijakan masing-masing daerah.

Sebelumnya, Haris membeberkan stok blangko E-KTP yang tersedia di Disdukcapil kabupaten/kota mulai menipis. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran untuk membiayai jasa pengiriman blangko dari Jakarta. Sulteng sendiri masih memiliki stok blangko E-KTP di Jakarta sebanyak 18.000 keping.

“Total biaya pengiriman sekitar Rp50 juta, sementara anggaran sudah tidak ada karena pengalihan untuk penanganan virus corona,” ucapnya.

Olehnya, Disdukcapil Provinsi Sulteng kata Haris akan berkoordinasi dengan Disdukcapil kabupaten/kota untuk membantu biaya pengiriman blangko E-KTP dari Jakarta. Langkah ini dilakukan agar pelayanan kependudukan E-KTP bisa tetap berjalan.

“Kalau stok di kantor kami (Disdukcapil Provinsi) tinggal 2.000 keping. Stok itu disiapkan untuk keperluan yang bersifat mendesak,” ujar Haris.

Sulteng dikatakan membutuhkan tambahan blangko E-KTP sekitar 150.000 keping. Blangko tersebut akan digunakan menuntaskan penggantian surat keterangan (suket) menjadi E-KTP. Dia mengatakan kebutuhan pencetakan PPR Disdukcapil kabupaten/kota se-Sulteng sekitar 75.000 keping. Sisa blangko akan digunakan mengganti suket menjadi E-KTP demi kenyamanan warga untuk menyalurkan hak suara pada Pilkada serentak 9 Desember 2020.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas