Home Poso

Ada Sejak Masa Belanda, Dimanfaatkan Tiga Kelurahan

64
KERJA BAKTI - Warga di tiga kelurahan melakukan kerja bakti untuk membenahi pipa air atau pembenahan saluran. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)
  • Mata Air Maliwogu di Poso Kota Utara

Poso, Metrosulawesi.id – Bagi warga di tiga kelurahan di Kecamatan Poso Kota Utara Kabupaten Poso yakni Kelurahan Lawanga, Kelurahan Madale serta Tegalrejo, keberadaan sumber mata air Maliwogu mempunyai peran yang signifikan. Aliran dari mata air tersebut, menjadi tumpuan bagi kehidupan masyarakat.

Sumber  mata air yang terletak di pegunungan dimanfaatkan warga sekitar. Sumber air Maliwogu diketahui sudah ada sejak zaman Belanda.

Lurah Lawanga Ardiyanto Usman SH kepada wartawan mengatakan,  sumber mata air Maliwogu memiliki debit air yang cukup besar. Airnya tetap mengalir meski di musim kemarau sekalipun.

Belum lama ini warga di tiga kelurahan melakukan kerja bakti untuk membenahi pipa air atau pembenahan saluran. Aset yang diketahui ada sejak zaman Belanda ini akan terus dijaga termasuk sekiranya ada pipa yang perlu diganti untuk segera dilakukan pembenahan, kata Ardiyanto Usman, Selasa 16 Juni 2020.

Lokasi sumber  mata  air Maliwogu dan pemukiman warga kata lurah, terpaut  jarak sekitar 5 kilometer. Untuk mempermudah akses, dulunya pada zaman Belanda mereka tetap  membangun jaringan pipa dari sumber mata  air Maliwogu  yang bisa langsung diarahkan ke rumah-rumah warga, sehingga karena sudah lama jaringan pipa pasti ada yang perlu diganti.

“Saat ini pembicaraan baru di tingkat perangkat kelurahan yakni sumber air Maliwogu akan menjadi skala prioritas dalam pembenahan, mungkin saja soal air bersih tersebut akan menjadi tanggung jawab LPM dalam penanganannya, karena selama ini warga di tiga kelurahan menggantungkan hidupnya dari sumber mata air Maliwogu dan belum tersentuh air yang bersumber dari PDAM,” tegas lurah Ardiyanto Usman.

Ardiyanto  menerangkan, sejak dahulu hingga sekarang,  sejauh ini belum terjadi kendala teknis yang berarti. Ketika musim hujan tiba, pasokan air cenderung stabil bahkan sering meluap. Jika dirata-rata, air akan menyembur sebanyak 10 liter per menit. Namun saat kemarau, debit air  sedikit menurun , akan tetapi kebutuhan air bagi warga terpenuhi. Menurut lelaki empat puluh tujuh tahun ini, perawatan fasilitas itu tidak terlalu memberatkan. Sebab, masyarakat setempat secara swadaya membantu membersihkan tandon dari pasir dan lumpur secara berkala. Mereka sadar akan pentingnya pasokan air bersih dan sangat terbantu dari sumber mata air Maliwogu.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas