Home Sulteng

Sulteng Butuh Tambahan 150.000 Keping Blangko E-KTP

57
ILUSTRASI - Blangko E-KTP. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) membutuhkan tambahan blangko E-KTP sekitar 150.000 keping. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sulteng, Abd Haris Yotolembah, menjelaskan blangko tersebut akan digunakan menuntaskan penggantian surat keterangan (suket) menjadi E-KTP.

“Selain itu, blangko akan digunakan untuk mencetak E-KTP warga yang sudah melakukan perekaman/PRR (print ready record),” jelas Haris, Senin, 15 Juni 2020.

Dia mengatakan kebutuhan pencetakan PPR Disdukcapil kabupaten/kota se-Sulteng sekitar 75.000 keping. Sisa blangko akan digunakan mengganti suket menjadi E-KTP demi kenyamanan warga untuk menyalurkan hak suara pada Pilkada serentak 9 Desember 2020.

Dikatakan, secara regulasi, suket tetap bisa digunakan untuk keperluan pemilihan kepala daerah. Namun Disdukcapil se-Sulteng menarget semua warga yang memiliki hak pilih bisa menggunakan E-KTP.

“Kita sudah targetkan semua warga yang sudah bisa memilih harus pegang E-KTP,” ujar Haris.

Haris menjelaskan kekurangan blangko sudah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dirjen Dukcapil tengah berupaya memenuhi kekurangan blngko di wilayah Sulteng.

Saat ini, stok blagnko E-KTP yang tersedia di Disdukcapil kabupaten/kota mulai menipis. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran untuk membiayai jasa pengiriman blangko dari Jakarta. Sulteng sendiri masih memiliki stok blangko E-KTP di Jakarta sebanyak 18.000 keping.

“Total biaya pengiriman sekitar Rp50 juta, sementara anggaran sudah tidak ada karena pengalihan untuk penanganan virus corona,” ucapnya.

Olehnya, Disdukcapil Provinsi Sulteng kata Haris akan berkoordinasi dengan Disdukcapil kabupaten/kota untuk membantu biaya pengiriman blangko E-KTP dari Jakarta. Langkah ini dilakukan agar pelayanan kependudukan E-KTP bisa tetap berjalan.

“Kalau stok di kantor kami (Disdukcapil Provinsi) tinggal 2.000 keping. Stok itu disiapkan untuk keperluan yang bersifat mendesak,” pungkas Haris.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas