Home Sulteng

Sulteng Bergerak Minta Pemprov Test Massal Gunakan Real Time PCR

52
Kepala Devisi Advokasi dan Kampanye Sulteng Bergerak, Freddyanto Onora. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Sulteng Bergerak mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Gugus Tugas Covid-19 untuk melakukan test Real Time PCR massal di sejumlah daerah yang memiliki tingkat penyebaran tinggi positif Covid-19.

Menurut Kepala Devisi Advokasi dan Kampanye Sulteng Bergerak, Freddyanto Onora, dalam siaran persnya, Senin, 15 Juni 2020, kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Tengah mesti menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

Pasalnya, tren kenaikan orang terkonfirmasi positif sangat cepat dan masif. Sehingga, menurut Freddy, Gugus Tugas Covid-19 Sulteng harus melakukan test besar-besaran menggunakan real time PCR guna mengetahui sebaran orang yang sudah terinfeksi virus corona ini.

“Meski pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan upaya untuk rapid test bagi pelaku perjalanan, tapi itu tidak cukup, mesti ada langka maju yang harus dilakukan, yakni test massal menggunakan real time PCR,” tegas Freddy.

Kata Freddy, test menggunakan real time PCR merupakan metode paling efektif dan akurat untuk mendiagnosis infeksi virus corona. Sedangkan rapid test, menurutnya, diperlukan jika seseorang telah diketahui pernah kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif.

Rapid test memang diperlukan, tapi kan itu hanya screening awal untuk mendeteksi antibodi, memang diperlukan, tapi pembentukan antibodi itu memerlukan waktu lama, bahkan bisa sampai beberapa minggu, sehingga keakuratan rapid test cukup rendah.” Pungkas Freddy

Lanjutnya, anggaran penanganan Covid-19 di Sulawesi Tengah harusnya memprioritaskan test massal menggunakan real time PCR. Meski, kata dia, saat ini Pemprov Sulteng juga telah melakukan rapid test.

Freddy mengatakan, test menggunakan real time PCR masih sangat mungkin dilakukan, bahkan lebih efektif mengetahui orang yang terinfeksi Covid-19.

“Ini tergantung pemerintah daerah, kalau mereka memiliki keinginan politik, maka test menggunakan real time PCR sangat mungkin kita lakukan. Selama ini kan, alasannya anggaran yang tidak cukup. Padahal kalau mau serius, sebenarnya bisa dilakukan. APBD kita kan kurang lebih Rp4 triliun. Jadi, harusnya itu bisa dilakukan, lagi-lagi ini tergantung kemauan politik sebenarnya,” tandasnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas