Home Sulteng

Lima Produk Usaha Ditetapkan Halal

54
SIDANG PENETAPAN - Komisi Fatwa MUI Sulteng bersama LPPOM-MUI, dan Satgas Layanan Sertifikasi Halal Kemenag Sulteng, menggelar sidang penetapan fatwa halal, di Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, bersama LPPOM-MUI, dan Satgas Layanan Sertifikasi Halal Kemenag Sulteng, menggelar sidang penetapan fatwa halal terhadap enam produk usaha di Sulteng.

Sidang yang berlangsung di Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng itu merupakan kali pertama pascapelimpahan kewenangan penerbitan sertifikasi halal dari MUI kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Ketua Satgas Layanan Sertifikasi Halal Kemenag Sulteng,  H. Sofyan Arsyad, mengatakan, sidang fatwa halal dihadiri 12 orang peserta. Mereka antara lain Ketua Komisi Fatwa Drs. KH. Abdullah Nur, M.Th.I, Wakil Direktur LPPOM-MUI Dr. Tamrin, M.Ag, serta auditor halal, Gazali Dahlan (BPOM ) Palu dan Ir. Bambang Andri Mustanto, M.Si (Disperindag).

“Dalam sidang fatwa halal, para auditor halal secara bergantian memaparkan hasil audit lapangan produk usaha yang telah melengkapi persyaratan sertifikasi halal. Selanjutnya, anggota komisi fatwa diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan tanggapan,” kata Sofyan, belum lama ini.

Pada akhir sidang, kata Sofyan, Ketua Komisi Fatwa memberi pertimbangan dan rekomendasi, dapat atau tidaknya produk diberikan sertifikasi halal. Dari enam produk yang disidangkan, lima produk usaha dinyatakan layak tanpa catatan, dan satu jenis usaha diberi catatan untuk perbaikan lingkungan tempat usaha. 

“Sejak peralihan pendaftaran 17 Oktober 2019 lalu, Satgas Layanan Sertifikasi Halal Sulteng menerima cukup banyak konsultasi dan permohonan pendaftaran. Namun sebagian pelaku usaha belum melengkapi persyaratan, sehingga belum ditindaklanjuti dengan audit lapangan,” jelasnya.

“Alhamdulillah, hari  ini lima jenis usaha yang telah mendapatkan ketetapan halal dari MUI,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Sofyan, Satgas Layanan Sertifikasi Halal Sulteng akan mengirim hasil ketetapan tersebut ke BPJPH di Jakarta untuk diterbitkan sertifikat halal. Kelima produk usaha itu, yakni dua usaha industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan masing-masing satu jenis usaha aneka kue kering dan cake, beras kemasan, serta carbon active. Seluruhnya berproduksi di Kota Palu, kecuali beras kemasan dari Tolai, Kabupaten Parigi Moutong.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas