Home Buol

Buol Siapkan BTT Rp58,6 Miliar

68
Moh. Syarif Pusadan,SE. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Buol, Metrosulawesi.id – Menyikapi penyebaran wabah virus Covid 19, sejak awal Pemerintah Kabupaten Buol telah melakukan penanganan secara serius, terutama masalah pengalokasian anggaran untuk membiayai kebutuhan yang bersifat emergency termasuk pelaksanaan  kegiatan PSBB tahap 1 dan tahap 2.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Buol,  Moh. Syarif Pusadan,SE mengatakan, terkait penanganan Covid-19 tersebut, telah dialokasikan anggaran  sebesar Rp7,2 miliar dari total  biaya tak terduga (BTT) yang disiapkan sebesar 35 persen atau Rp 58,6 miliar sesuai ketentuan  Permendagri.

Dia menjelaskan, dalam peraturan Permendagri, bagi daerah yang terdampak Covid-19 diwajibkan mengalokasikan BTT  sebesar 35 persen dari APBD yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sementara nilai anggaran sebesar Rp 7,2 miliar itu, semuanya telah dialokasikan antara lain  untuk membiayai kegiatan PSBB tahap 1, biaya tracking bagi orang terdampak dan menjalani isolasi di Rusunawa, termasuk biaya pengamanan.

“Jadi, dari total  BTT yang disiapkan sebesar Rp 58,6 milyar, baru sebesar Rp 7,2 milyar yang digunakan untuk membiayai kegiatan tersebut,”  jelas Syarif kepada Metro Sulawesi di ruang kerjanya, Jumat pekan lalu.

Sementara untuk kegiatan PSPB tahap 2 dan jenis kegiatan lainnya menurutnya hingga saat ini belum dilakukan proses pengajuan permintaan pembayaran, walaupun masa PSBB sudah berakhir. Proses pengajuan itu bisa dilakukan, manakala sudah masuk semua dokumen pertanggung jawaban penggunaan anggaran masa PSBB tahap 1 sebesar Rp 7,2 milyar.

Disebutkan, selain BTT, juga telah dialokasikan APBD penanganan covid pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemda Buol, dengan total anggaran keseluruhan sebesar Rp 13,1 miliar. Artinya, anggaran tersebut digunakan OPD sesuai kebutuhanya masing masing  dalam kegiatan  penanganan covid 19. Seperti halnya,  Rumah Sakit Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dalam penanganan covid tersebut jenis  kegiatan apa yang akan mereka programkan.

Terkait penggunaan anggaran tersebut, masing masing OPD itu sendiri yang akan mempertanggung jawabkan secara administrasi.

“Jadi, anggaran covid ini sebesar Rp 13,1 milyar, semuanya sudah terbagi habis pada masing masing OPD. Dan menggunaanya, tentu  disesuaikan dengan jenis kebutuhan mereka masing-masing,” jelas Syarif.

Reporter: Suleman
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas