Home Sulteng

Tiga Skema Tarik Biaya Haji

69
H. Lutfi Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Masruhim Parukkai)

Palu, Metrosulawesi.id – Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulteng, H Lutfi Yunus mengemukakan, Kemenag menyiapkan 3 skema dalam pengembalian biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) yang sudah dibayarkan jemaah.

“Ada 3 skema yang disiapkan dalam pengbambalian BIPIH jamaah sebagaimana termuat dalam Keputusan Menteri Agama No. 494/2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H /2020,” tandas Lutfi, di Palu melalui whatsapp, Minggu (14/6).

Menurut Lutfi, skema pertama adalah jemaah hanya mengambil dana setoran pelunasan dari BIPIH. 

“Dengan skema ini, status jemaah masih memiliki nomor porsi, sehingga jemaah tak kehilangan hak-haknya untuk berangkat ibadah haji 1442H/2021M, kendati harus kembali melunasi kembali BIPIH,” urainya.

Sedang skema kedua, katanya, adalah baik setoran awal maupun setoran pelunasan tidak diambil. 

“Dengan skema ini, jemaah berhak berangkat ibadah haji 1442H/2021 dan dananya akan disimpan oleh Badan Pengelola Keuangan haji (BPKH),” terang Lutfi.

Disebutkan, nilai manfaat setoran pelunasan akan diberikan kepada jemaah sebelum keberangkatan haji pada 1442H/2021

Sementara skema ketiga katanya,  adalah ketika BIPIH diambil seluruhnya, baik setoran awal maupun setoran pelunasan, maka konsekuensinya, status nomor porsi haji dinyatakan batal dan calon haji dinyatakan membatalkan keberangkatan.

“Hilang hak berangkat haji tahun 1442H/2021, artinya harus daftar ulang dan mengantri dari awal jika akan berhaji,” jelasnya.

Reporter: Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas